User login
Counter
- Site Counter: 133,429
- Unique Visitor: 5,575
- Registered Users: 85
- Unregistered Users: 2
- Server IP: 192.168.1.3
- Your IP: 38.107.191.98
- Since: 2010-06-27 07:44:15
- Visitors: Today: 181
This week: 3366
This month: 2631
This year: 128521
WORK SHOP
WORK SHOP PENGHITUNGAN UNIT COST RUMAH SAKIT
OLEH RS Tk. II DUSTIRA KESDAM III/SILIWANGI
Oleh :
Letkol Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B
WAKIL KOMANDAN DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
Rumah sakit sebagai penyelenggara layanan kesehatan mempunyai beban tersendiri untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan adil bagi masyarakat. Hal ini mendorong seluruh elemen, baik pihak rumah sakit maupun stakeholder untuk menghitung secara riil berapa biaya pelayanan yang dibutuhkan sehingga bisa menjadi alat advocacy dalam pembiayaan pelayanan kesehatan. Dikeluarkannya PP No. 23 tahun 2005 tentang Badan Layanan Umum (BLU) dan Permendagri No. 61 tahun 2007 tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menuntut rumah sakit harus banyak berbenah terutama dari sisi keuangan dan akuntabilitasnya.
Kolonel Ckm dr. Bambang Pratomo Sulistyanto membuka pelatihan didampingi Karumkit Tk.II Dustira dan Ketua Panitia
Dalam rangka memberikan kemampuan pemahaman sebagaimana dimaksud dan mempersiapkan rumah sakit pemerintah menjadi BLU dan rumah sakit swasta menuju rumah sakit yang efisien dan bermutu tinggi, maka Rumah Sakit Tk. II 03.05.01 Dustira Kesdam III / Siliwangi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan topic “” pada tanggal 25 – 27 Maret 2010 di Hotel Aston Tropicana Cihampelas Bandung.
Dr. Hanna Permana Subanegara, MARS menyampaikan materi
Pelatihan Penghitungan Unit Cost Rumah Sakit dibuka oleh Kakesdam III/Siliwangi Kolonel Ckm dr. Bambang Pratomo Sulistyanto, didampingi oleh Karumkit Tk.II Dustira Kolonel Ckm dr. Sutrisno, MARS serta Ketua Panitia Mayor Ckm (K) Susana Agustina, SPd. Dalam pelatihan ini menghadirkan nara sumber tunggal yaitu dr. Hanna Permana Subanegara, MARS seorang Pakar dan Praktisi Kerumahsakitan yang handal di Indonesia saat ini. Peserta Pelatihan terdiri dari para Kepala Rumah Sakit, Kepala dan Staf Administrasi Rumah Sakit serta Bendahara Rumah Sakit baik dari Rumah Sakit milik TNI AD, AL dan Kepolisian serta Rumah Sakit Umum Daerah dan Swasta. Peserta berasal dari seluruh Indonesia seperti dari Palembang, Jakarta, Bandung, Cirebon, Magelang, Denpasar bahkan ada yang dari Ambon Maluku.
Antusias peserta dalam mengikuti materi pelatihan
Dalam kata sambutannya, Kakesdam III / Siliwangi menyampaikan bahwa rumah sakit – rumah sakit di Indonesia saat ini sedang terus meningkatkan pelayanan kesehatannya baik dari segi profesional medis maupun sistem manajerialnya. Untuk itu perlu suatu pengetahuan dan ketrampilan guna mengetahui secara pasti pada penghitungan unit cost rumah sakit yang terarah, terukur dan terkendali dengan sistem yang baik. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa Rumah Sakit Tk. II 03.05.01 Dustira dibawah binaan Kesdam III/Siliwangi sebagai rumah sakit di jajaran Kodam III/Siliwangi, mencoba ikut terlibat didalam mengupayakan peningkatan pelayanan kesehatan yang prima dan mendukung kesehatan yang handal di seluruh rumah sakit Indonesia dengan menyelenggarakan work shop penghitungan unit cost rumah sakit, sehingga kebijakan penetapan tarif, penentuan kebijakan renumerasi, penentuan kebijakan pengendalian pembiayaan (cost containment), penentuan strategi bisnis rumah sakit tetap eksis, berkembang dan mampu bertahan, atau memenangkan persaingan di industri pelayanan kesehatan.
Tujuan pelatihan penghitungan unit cost rumah sakit ini adalah terbantunya manajemen rumah sakit dalam melakukan analisis biaya khususnya penghitungan unit cost berdasarkan metoda double distribution terhadap setiap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit. Adapun manfaat yang bisa dipetik dalam pelatihan ini adalah :
- Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang akuntansi dan keuangan.
- Mampu menilai kesehatan keuangan rumah sakit melaui tinjauan positioning biaya terhadap tarif rumah sakit saat ini, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan pendanaan rumah sakit di masa depan.
- Dapat dijadikan acuan dalam mengusulkan tarif baru berdasarkan perhitungan biaya per unit (unit cost).
- Dapat menjadi alat untuk bernegosiasi dalam pengajuan kerjasama terhadap pihak Ketiga (Lembaga Asuransi Kesehatan, dll)
- Dapat dijadikan dasar negosiasi mengenai subsidi atas pelayana rumah sakit kepada pihat tidak mampu / Gakin (Jamkesmas, PT Askes, dll).
Dalam pelatihan penghitungan unit cost ini, nara sumber tunggal, dr. Hanna Permana Subanegara, MARS menyampaikan metode Double Distribution sebagai cara penghitungan unit cost. Ada metode lain yang bisa dipergunakan yaitu Simple Methode, Step Down Methode, Multiple Distribution Methode, Activity Based Costing (ABC) dan Relative Value Scale (RVS). Dalam Doubel Distribution Methode hamper sama dengan Simple Step Down Methode, bedanya pada cara alokasi biaya yang dilakukan dalam dua tahapan. Juga adanya kontribusi antara unit penunjang dilakukan secara nyata, dalam hal ini tidak ada penutupan suatu unit penunjang yang telah mengalami alokasi biaya aslinya. Dengan demikian maka unti penunjang tersebut mempunyai kemungkinan mendapat biaya alokasi dari unti penunjang lainnya. Pada tahapan kedua, seluruh biaya (alokasi) yang ada di unit penunjang dipindahkan ke seluruh unit produksi terkait untuk mendapatkan biaya (total) akhir di unit – unit produktif.
Walau dibantu dengan laptop, ternyata tidak mudah mengisi soft ware khusus untuk penghitungan unit cost .... teruslah belajar...
Materi pelatihan dimulai dengan teori – teori tentang analisis biaya serta berbagai peristilahan keuangan dalam penghitungan unit cost. Selanjutnya masuk ke materi praktek penghitungan unit cost dengan menggunakan Double Distribution Methode yang telah dibuatkan program komputer khusus (soft ware) oleh dr. Hanna Permana. Pembicara menyampaikan materi secara runtun sehingga mempermudah sebagian besar peserta yang tidak semua mempunyai latar belakang pendidikan keuangan. Pembicara juga tidak segan – segan untuk mengulang dan menuntun satu persatu peserta dalam memahami cara pengisian soft ware yang dirancang khusus untuk penghitungan unit cost rumah sakit. Data – data yang dibutuhkan dalam perhitungan unit cost meliputi :
- Inventaris gedung, alat, kendaraan.
- Personel dan gaji, honor, insentif, jasa medik, bonus dll.
- Bahan habis pakai : medis dan non medis.
- Obat.
- Alat Tulis Kantor (ATK)
- Bahan Makanan
- Biaya operasional – pemeliharaan
- Transport dll.
Adapun langkah – langkah analisis biaya, sebagai berikut :
- Tentukan tahun perhitungan
- Identifikasi pusat – pusat biaya
- Identifikasi unit – unit produksi serta alur distribusi
- Hitung biaya asli semua unit untuk semua komponen biaya (Fixed Cost, Variable Cost)
- Distribusi ganda ke unit produksi
- Hitung Total Biaya Unit Produksi
- Hitung Unit Cost sama dengan Total Cost dibagi Activity Driver Quantity.
Ads here...
