Waspada Kanker Serviks

Waspada Kanker Serviks

 

Letnan Satu Ckm dr.Victorio

DOKTER YONIF 100 RAIDER

 

Kanker merupakan masalah kesehatan utama bagi masyarakat di seluruh dunia.salah satu kanker yang menjadi masalah baru adalah kanker serviks. Menurut data dari badan kesehatan dunia ( WHO ), kanker serviks merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia pada kaum hawa. Setiap tahunnya tidak kurang dari 250 jiwa wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. . Di dunia setiap 2 menit seorang wanita meninggal karena kanker ini. Kanker serviks di Indonesia menduduki peringkat pertama penyebab kematian wanita Indonesia. Di Indonesia tiap tahunnya terdapat lebih dari 15.000 kasus kanker serviks dan lebih dari 8000 orang meninggal akibat kanker serviks. Setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker serviks di Indonesia. Pada tahun 2001, kasus baru Kanker serviks berjumlah 2429 atau 25.91% dari seluruh kanker yang ditemukan di Indonesia. Kanker serviks merupakan beban kesehatan, psikologi dan social bagi wanita dimana saja.

 

Kanker leher rahim ( Kanker Serviks ), merupakan penyakit yang mematikan karena biasanya menyerang di usia-usia produktif wanita. Yaitu di usia 30-50 tahun, dimana masa-masa itu merupakan usia dimana mereka masih memiliki tanggung jawab ekonomi dan sosial serta psikologis terhadap anak dan anggota keluarga lainnya. Yang lebih mengkhawatirkan lagi pada  penyakit ini adalah gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini terkadang baru dirasakan oleh para penderita apabila penyakit ini telah mencapai stadium lanjut. Sehingga pengobatan serta hasil yang diharapkan tidak bisa maksimal seperti yang kita harapkan. Jika terdeteksi dini, kanker ini dapat di sembuhkan, dengan angka kesembuhan bisa mencapai 100%.

Kanker serviks merupakan kanker yang telah diketahui penyebabnya yaitu Human Papiloma Virus ( HPV). Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kanker serviks terutama kaum hawa dan enggannya untuk melakukan deteksi dini, menyebabkan sebagian besar ( >70%) pasien datang datang dalam kondisi yang sudah parah dan sulit di sembuhkan. Hanya sekitar 2 % dari wanita di Indonesia yang tahu tentang kanker serviks.

Kanker serviks di sebabkan oleh Human Papiloma Virus ( HPV), ada sekitar 100 jenis HPV yang telah diidentifikasi, dan ada sekitar 40 jenis yang menyebabkan kanker, salah satunya adalah tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab lebih dari 70% kanker serviks di asia pasifik dan dunia, tipe ini juga yang telah di temukan vaksinnya.

Kanker serviks sebenarnya dapat kita cegah dengan berbagai macam cara, mulai dari pola hidup sehat, salah satunya yaitu kehidupan seksual yang sehat. karena wanita yang memiliki riwayat kehidupan seksual yang tidak sehat dalam hal ini pernah menderita infeksi menular seksual ( IMS ), berhubungan seksual di usia yang sangat dini, memiliki atau pernah memiliki beberapa pasangan seksual akan memiliki resiko terkena kanker serviks yang lebih tinggi. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah dengan melakukan pemeriksaan dini dan berkala serta melakukan vaksinasi.

Pemeriksaan serviks dilakukan dengan berbagai macam cara. Yang paling terkenal, mudah dan murah  untuk dilakukan adalah dengan tekhnik Pap Smear. Pap smear merupakan upaya pengambilan cairan dari vagina untuk di teliti apakah terlihatn kelainan di sekitar leher rahim.  Pada tekhnik ini dokter ataupun bidan terlatih akan mengambil sel serviks yang berada di daerah leher rahim, kemudian di periksa melalui mikroskop untuk melihat  dan mengidentifikasi adanya sel kanker pada organ serviks (leher rahim).

 

 

Siapa sajakah yang diharuskan melakukan pemeriksaan ini? Jawabnya adalah seorang wanita yang telah secara seksual ”aktif”, wajib melakukan pemeriksaan ini minimal 1 tahun sekali.

Cara pencegahan lainnya adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi HPV merupakan salah satu upaya pencegahan primer untuk mencegah wanita dari kanker serviks. Vaksin akan meningkatkan kemampuan sistem kekebalan untuk mengenali dan menghancurkan virus ketika masuk kedalam tubuh sebelum terjadi infeksi.  Vaksin kanker serviks  ( Vaksin HPV ) saat ini sudah ada dan sudah beredar di Indonesia, walaupun mungkin belum banyak yang menggunakannya ataupun bahkan mengetahuinya. Di Indonesia tercatat baru 5000 orang yang melakukan Vaksinasi HPV. Di seluruh dunia tercatat telah hampir 11 juta dosis telah dipasarkan dan telah digunakan di lebih dari 88 negara sejak diluncurkan pertama pada juni 2006. Vaksin ini telah di teliti dan di ujicobakan dalam beberapa tahun belakangan ini dan telah terbukti efektif dan mampu memberikan perlindungan terhadap kanker serviks pada wanita sampai usia 45 tahun. Efektifitas vaksin ini jauh lebih baik di berikan pada wanita yang belum menikah atau belum aktif secara seksual yaitu di usia 9-26 tahun, karena seperti penyakit Hepatitis dan HIV penyakit ini memiliki durasi yang panjang. Wanita bisa terdeteksi pada saat mereka masih muda, dan kankernya baru berkembang 20 tahun setelah terinfeksi. Vaksin ini mampu mencegah 91 persen infeksi menetap, kelainan ringan, lesi pra kanker maupun kutil (candiloma) pada daerah kelamin yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV). Vaksin ini terbukti efektif terhadap lesi pra kanker yang berkaitan dengan HPV tipe 16 dan 18 yang merupakan penyebab utama 70 persen kasus kanker serviks. Vaksin ini memiliki efikasi hampir 100 persen untuk mencegah kanker serviks.

Jika anda seorang wanita yang mencintai tubuh anda, tak ada salahnya waspada dan melakukan pemeriksaan dini. Sebagai keluarga besar TNI yang memiliki tingkat kedisiplinan tinggi maka sudah sewajarnyalah para anggota Persit Kartika chandrakirana maupun Korps wanita angkatan darat dapat memberi contoh kepada masyarakat luas terutama kaum wanita dalam rangka  melakukan Tindakan deteksi dan pencegahan dini  terhadap penyakit kanker serviks. Yaitu dengan cara pemeriksaan serviks (Pap Smear) dan yang terbaru dengan cara Vaksinasi.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG SALAM UNTUK KELUARGA