Upaya Pelayanan Prima

UPAYA MENUJU PELAYANAN PRIMA

DI RUMKIT TK II PUTRI HIJAU KESDAM I/BB (UGD, ICU DAN APOTIK)

Oleh : Kol CKM dr. Tjahaya Indra Utama,SpAn

PENDAHULUAN

Unit Gawat Darurat (UGD), Intensive Care Unit (ICU) dan Apotik adalah bagian terdepan dan sangat berperan di Rumah Sakit, baik buruknya pelayanan bagian ini akan memberi kesan secara menyeluruh terhadap pelayanan rumah sakit.

Pelayanan Prima adalah pelayanan yang profesional, cepat, bersih, ramah dan "Gratis". Pelayanan yang memberi kepuasan dan kesembuhan bagi pasien, terutama terhadap prajurit, PNS dan keluarganya. Pasien (Prajurit, PNS dan keluarganya) tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memproleh pelayanan kesehatan, selesai berobat tidak ada prajurit yang bawa resep, tapi bawa obat pulang ke rumah.

Untuk menuju pelayanan Prima dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, meliputi ruangan, alat kesehatan utama, alat diagnostik dan alat penunjang diagnostik serta alat kesehatan untuk suatu tindakan medik. Disamping itu juga tidak kalah pentingnya sumber daya manusia yang memenuhi syarat, baik kuantitas maupun kualitas. Petugas yang mempunyai pengetahuan yang tinggi, keterampilan yang andal dan tingkah laku yang baik.

KONDISI YANG ADA SAAT INI

1. Sarana dan Alat Kesehatan

           Dibanding dengan standar yang dipersyaratkan oleh Depkes tentang sarana dan alat kesehatan untuk UGD dan ICU, yang dipunyai oleh Rumkit TK II Putri Hijau Kesdam I/BB memang masih banyak kekurangannya. Tapi dengan kekurangan yang ada tidaklah menjadi alasan untuk tidak bisa memberikan pelayanan prima kepada prajurit, PNS dan keluarganya. Disamping kekurangan alkes yang ada, saat ini Rumkit TK II Putri Hijau Kesdam I/BB telah mempunyai alat penunjang diagnostik yang cukup canggih, yakni Computerized Tomography Scanning (CT-Scan). Disamping unit radiologi dan Ultrasonography (USG) yang sudah ada selama ini. Gedung baru yang dibangun dengan biaya dari Departemen Pertahanan sampai saat ini sudah rampung hampir 100%, tinggal melengkapi alsatri dan alkes untuk operasionalnya. Bangunan ini akan lebih meningkatkan pelayanan Rumkit TK II Putri Hijau Kesdam I/BB menuju pelayanana prima.

2. Sumber Daya Manusia

         UGD sebagai pintu gerbang pelayanan di rumah sakit dan ICU sebagai unit yang membutuhkan peralatan yang banyak dan rumit membutuhkan petugas dengan keahlian dan ketrampilan tambahan khusus dibanding tenaga kesehatan di ruang perawatan biasa. Dari 12 tenaga medis (dokter jaga) yang bertugas di UGD Rumkit TK II Putri Hijau Kesdam I/BB hanya tiga orang yang telah mengikuti pendidikan tambahan GELS (General Emergency Life Saving) yakni 2 orang ATLS dan 1 orang ACLS. Begitu pula dari 14 orang tenaga paramedis yang bertugas di UGD baru 3 orang yang telah mendapatkan pendidikan tambahan, yakni 1 BTLS, 1 mahir bedah dan 1 pelatihan perawat ICU. ICU dengan kapasitas 10 tempat tidur mempunyai 27 orang tenaga paramedis, 11 orang PNS dan 16 orang TKS. Tapi dari 27 orang tenaga tersebut baru 4 orang yang sudah memproleh pelatihan perawat ICU. Penaggung jawab utama ICU adalah dokter spesialis anestesi dan didampingi oleh dokter spesialis penyakit dalam. Tenaga medis yang ada juga belum ada yang berkualitas intensifis.

UPAYA - UPAYA YANG DILAKUKAN

1. Bidang sarana dan alat kesehatan

a. Sarana yang ada dipergunakan seefesien dan seefektif mungkin, sehingga dapat mempersingkat waktu pelayanan terhadap penderita dengan mengoptimalkan pemakaian dan perawatannya oleh petugas UGD dan ICU. Untuk itu petugas UGD harus menyadari bahwa alat yang ada merupakan alat utama yang harus tetap dipertahankan baik dan siap operasional.

b. Alat kesehatan yang harganya tidak terlalu mahal diadakan dengan menggunakan dana Yanmasum, misalnya :

1) Minor Surgery Set

2) Poliklinik Set

3) Suction Pump

4) Dan lain-lain dengan harga terjangkau.

c. Alat kesehatan utama yang rusak atau kurang diajukan ke komando atas untuk pengadaannya (telah dilaksanakan), berupa :

1) Defibrilator

2) Infusion Pump

3) Bed Side Monitor

4) Dan lain-lain

d. Disarankan ke komando atas untuk segera operasionalnya bangunan tambahan yang baru untuk lebih meningkatkan kinerja dan pelayanan UGD dan ICU, dengan melengkapi Alsatri dan Alkes yang diperlukan. e. Perlu dukungan Ambulance VVIP dan Ambulance jenazah untuk lebih meningkatkan pelayanan dan dukungan kesehatan Rumkit TK II Putri Hijau Kesdam I/BB.

2. Bidang Sumber Daya Manusia

a. Setiap personel harus memahami dan menyadari sepenuhnya bahwa tugas pokoknya adalah memberikan pelayanan kesehatan untuk prajurit, PNS dan keluarganya, untuk itulah mereka menerima gaji dan ULP serta tunjangan lainnya setiap bulan, dengan cara :

1) Jam komandan

2) Binsat

3) Santiaji

b. Bagi tenaga medis di UGD dan ICU yang belum mendapatkan pendidikan tambahan sesuai kebutuhan dan standar yang ada secara bertahap akan dilaksanakan pendidikan dan pelatihan dengan biaya dari Yanmasum (Dana Pendidikan dan Latihan), berupa :

1) ATLS, ACLS

2) PPGD

3) TOT

yang dilaksanakan dengan memanfaatkan tenaga ahli yang ada di Rumah Sakit.

c. Untuk tenaga medis paruh waktu yang bukan organik Rumkit dipersyaratkan berkualifikasi GELS (ATLS, ACLS dan PPGD) sebelum masuk sebagai tenaga medis di Rumkit TK II Putri Hijau Kesdam I/BB.

d. Secara rutin memberikan penyegaran dan tambahan pengetahuan kepada dokter jaga UGD dan dokter umum lainnya oleh para dokter spesialis yang ada di rumkit.

e. Paramedis (perawat) yang belum mendapat pelatihan GELS (BTLS, BCLS atau PPGD) secara bertahap diikutkan pelatihan diluar satuan dengan dana Yanmasum. Disamping itu secara berkala diberikan pelatihan dengan metode TOT oleh personel yang telah mendapat pelatihan sebelumnya.

f. Semua petugas harus menerapkan prinsip pelayanan 4S (senyum, sapa, sentuh dan sembuh). Semua petugas harus berjiwa costumer service memberi pelayanan terbaik dan kepuasan terhadap pasien/pelanggan, dengan cara : TOT customer service.

g. Semua petugas harus menyadari sepenuhnya pelayanan prima adalah pelayanan yang profesional, cepat, bersih, ramah dan “gratis”. Berikan pelayanan sesuai SOP, responsif terhadap keluhan dan kebutuhan pasien, cepat dan tepat dalam bertindak selalu bersikap ramah dan memelihara kebersihan. “Gratis”, tidak ada prajurit, PNS dan keluarganya yang membeli obat pada pelayanan di Rumkit TNI-AD.

h. Memberikan reward dan punishment kepada personel sesuai prestasi kerja dan kesalahan/kelalaiannya, misalnya dengan cara menambah atau mengurangi insentif.

i. Mengadakan waskat secara terus menerus oleh pimpinan agar pelaksanaan pelayanan dapat terselenggara sesuai dengan kaidah-kaidah customer service (pelayanan prima).

j. Pimpinan harus selalu dekat dengan anggota, selalu memberikan arahan dan bimbingan serta contoh tauladan kepada anggota melalui pertemuan rutin dan yang diadakan secara berkala.

3. Di bidang Pelayanan Obat/ Apotik

a. Terutama di UGD dan ICU pelayanan obat untuk penderita harus lebih cepat dibanding dengan bagian lain. Petugas Apotik untuk selalu memonitor dan memantau obat apa yang diresepkan oleh dokter jaga dan segera dilayani.

b. Dokter jaga/ruangan harus menulis obat sesuai dengan persediaan, sehingga tidak perlu mengambilkan obat dari apotik luar yang menambah lamanya waktu pelayanan. Obat-obat yang tidak ada dan sangat dibutuhkan diadakan dengan dana Yanmasum.

c. Apotik harus selalu menjaga ketersediaan obat sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Tidak ada pasien pulang bawa resep, tapi harus bawa obat.

d. Dukungan obat dari RBK dan DPK serta restitusi Yasmasum baru mencapai + 85 % dari kebutuhan, disarankan kepada komando atas untuk lebih meningkatkan jumlah pengadaan obat sesuai dengan kebutuhan.

4. Bidang Sistem Pelayanan

a. Melaksanakan pelayanan terpadu di UGD yang mencakup tindakan diagnostik, tindakan pendukung diagnostik, tindakan terapeutik dan pelayanan obat.

b. Penerapan customer service terhadap seluruh pasien baik prajurit, PNS dan keluarganya serta masyarakat umum yang membutuhkan pelayanan di Rumkit.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG SALAM UNTUK KELUARGA