User login

Counter

  • Site Counter: 135,083
  • Unique Visitor: 5,661
  • Registered Users: 86
  • Unregistered Users: 2
  • Server IP: 192.168.1.3
  • Your IP: 38.107.191.96
  • Since: 2010-06-27 07:44:15
  • Visitors:
  • Today: 318
    This week: 3463
    This month: 4134
    This year: 130024

Tradisi Satuan

PERJUANGAN MENDAPATKAN TANAMAN SAMBILOTO:
TRADISI SATUAN PENERIMAAN ANGGOTA BARU
DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH 03.04.03 CIREBON
 

 
Oleh :
 Letkol Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B
WAKIL KOMANDAN DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III
/ SILIWANGI
 
 
           Setiap anggota personil yang masuk dan keluar dari kesatuan telah didasari Surat Perintah resmi dari Komando Atas namun dipandang perlu untuk diadakan acara yang khas satuan tersebut berupa Tradisi Satuan.Hal ini dilaksanakan agar anggota yang baru masuk kesatuan memiliki kesiapan mental dan fisik untuk menerima norma – norma yang berlaku di satuan yang baru dengan penuh kesadaran , keyakinan dan kebanggaan. Sebaliknya anggota yang keluar / pindah satuan agar terjalin ikatan bathin dengan satuan yang ditinggalkan. 
    
 Mayor Ckm dr. Rahmat Saptono, Sp.OG menyerahkan tanaman Sambiloto ke Dandenkesyah Letkol Ckm dr. Gunawan Irianto, MARS
 

          Kegiatan Tradisi Satuan bagi personel yang baru masuk jajaran Denkesyah 03.04.03 Cirebon Kesdam III / Siliwangi dilaksanakan pada tanggal 23 Pebruari 2010 bertempat di Monumen Kesehatan Angkatan Darat di Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Tradisi Satuan ini bertujuan untuk membuka komunikasi , menjalin kerjasama yang baik dan membangkitkan semangat untuk melaksanakan tugas dimasa yang akan datang.

 

 Minum air sari Sambiloto setelah disiram dengan air bunga sebagai Tradisi Satuan penerimaan anggota baru Denkesyah 03.04.03 Cirebon.

           Acara pokok tradisi satuan penerimaan anggota baru adalah dengan penyiraman air bunga dan memperkenalkan tanaman Sambiloto serta minum air sari daun Sambiloto di Monumen Kesehatan Angkatan Darat di Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Acara ini dilaksanakan di Monumen Kesehatan Angkatan Darat dimaksudkan untuk mengenang jasa para pahlawan kesehatan di masa perjuangan kemerdekaan sekaligus untuk mengenalkan adanya monumen Kesad di Desa Cigugur Kuningan kepada anggota baru Denkesyah Cirebon yang merupakan cikal bakal Denkesyah Cirebon.
 
           Minum air sari daun Sambiloto dimaksudkan agar anggota Kesehatan TNI – AD kenal tanaman yang dijadikan lambang Kesehatan TNI-AD, baik fisik, manfaat maupun rasanya. Penyiraman air bunga dimaknai sebagai ucapan selamat datang yang disiramkan oleh Dandenkesyah 03.04.03 Cirebon Letkol Ckm dr. Gunawan Irianto, MARS, agar sebagai insan Kesehatan Angkatan Darat di wilayah Detasemen Kesehatan Cirebon bersih hatinya dari niat – niat yang tidak baik dan tulus ikhlas pengabdiannya untuk bangsa dan negara sebagai Prajurit Kesad. Bunga diisyaratkan agar prajurit dapat mengharumkan nama baik satuan Denkesyah khususnya dan Kesad pada umumnya.
 
           Untuk menghidupkan acara tradisi tersebut dilakukan skenario kegiatan yang dimulai dengan anggota baru yang diperintahkan oleh Satuan Kesehatan atas untuk memperkuat Denkesyah Cirebon. Sebelum bergabung, karena obat – obatan habis dan satuan gerilya tertahan di Desa Cigugur, anggota baru diperintahkan untuk mencari tanaman Sambiloto sebagai obat tradisional di sekitar lereng Gunung Ciremai untuk dibawa ke desa Cigugur sebagai basis pertahanan gerilya serta tempat perawatan prajurit yang terluka. Secara lengkap skenario digambarkan sebagai berikut.


Untuk menemukan sambiloto para anggota baru harus menggunakan kompas

           Pasukan TNI sedang melaksanakan operasi pertahanan di desa Cigugur dalam rangka mempertahankan wilayah Korem 063 / SGJ dan kedaulatan NKRI dari invasi pasukan agresor musang . Terus mendapatkan tekanan dari pihak lawan semua akses bantuan logistik terpotong, terisolir & tertutup serta dikuasai oleh pasukan agresor musang maka terjadilah kekurangan obat-obatan dan sarana kesehatan. banyak pasukan yang sakit tetapi stok obat – obatan habis, para dokter dan tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Ciremai Cirebon tetap bertahan dan berusaha dengan memanfaatkan sarana obat- obatan tradisional yang ada di wilayah tersebut.
 
           Sebanyak 7 (tujuh) personel yang terdiri dari Mayor Ckm dr. Rahmat Saptono, Sp.OG, Serma Asep Mochtar, Sertu Tala, Serda Urip Supriantoro, Pratu Didi Juhana, Pratu Kusnadi dan Prada Agus Supriatna, diperintahkan oleh Kakesdam III/Siliwangi untuk memperkuat prajurit kesehatan Denkesyah 03.04.03 Cirebon, sebelum bergabung para personel baru ini diperintahkan untuk membawa obat-obatan tradisionil berupa daun sambiloto untuk diserahkan kepada Dandenkesyah 03.04.03 yang sudah berada di rumah-sakit darurat. Obat tradisional ini akan dimanfaatkan untuk mengobati para prajurit yang sedang sakit di rumah sakit darurat di desa Cigugur.
 
           Meski pasukan TNI terus didesak oleh pasukan agresor, tapi banyak masyarakat sekitar yang bersimpati pada TNI dan terus mendukung perjuangan TNI guna membebaskan Indonesia dari cengkeraman agresor. Demikian juga penduduk terus membantu pasukan kesehatan dalam memasok obat-obatan tradisional. Penduduk manaman Sambiloto dipekarangan dan disembunyikan karena takut ketahuan musuh . Adapun ciri-ciri tanaman Sambiloto ini adalah - rasanya pahit, daunya berwarna hijau mirip daun cabe, berupa tanaman perdu, tingginya sekitar 10- 25 cm dan mudah tumbuh terutama di wilayah pegunungan.
 
           Pasukan bantuan ini harus menemukan tanaman Sambiloto, berdasarkan informasi dari rakyat, ada di sekitar pohon melinjo / tangkil, dengan sudut kompas 330 kira-kira 25 langkah dari posisi pasukan saat ini berada. Setelah ketemu para personel baru ini akan dipandu oleh penduduk ke suatu titik dijalan, untuk ditunjukan ke jalan-jalan yang harus dilalui menuju rumah sakit darurat di desa Cigugur dan pasukan kawan telah memberikan tanda-tanda medan dibeberapa titik. Dalam perjalanan mereka tetap harus waspada karena banyak pasukan lawan dan penduduk yang tidak bersimpati terhadap pasukan TNI. Bila bertemu pasukan kawan gunakan sandi suara tanya : daun, jawab : sambiloto.
      
           Prajurit kesehatan dalam perjalanan membawa tanaman obat Sambiloto, banyak mendapatkan hambatan dan gangguan dari pihak musuh dan tetap bersemangat dengan perbekalan yang sangat minim namun masih ada penduduk yang bersimpati dalam perjalanan tersebut. Dalam perjalanan penduduk membantu menyiapkan logistik yang ada dipedesaan dan ditempatkan pada suatu tempat berupa patok di medan dengan sudut kompas 170 ° maju 55 langkah, bidik kompas 22 ° maju 30 langkah, selanjutnya bidik kompas 290 ° maju 20 langkah.
 
 Untuk mendapatkan logistik dari penduduk juga harus menggunakan kompas
           Komandan mendapat berita dari caraka / kurir bahwa ada penduduk yang akan membantu TNI dengan senjata pistol jenis FN 46 dalam bentuk pretelan / terurai untuk memudahkan pembawaan guna menghindari pantauan pihak musuh. Pasukan bantuan ini diperintahkan untuk mengecek apakah senjata tersebut masih berfungsi layak atau tidak. Senjata tersebut ditempatkan pada suatu tempat oleh masyarakat. Apabila senjata masih berfungsi dengan baik maka serahkan kembali pada masyarakat yang bersimpati pada TNI tersebut dalam bentuk terurai kembali untuk segera disusupkan ke garis depan pada pasukan induk di desa Cigugur melalui kurir guna menghindari pantauan pihak musuh.
 
           Berdasarkan informasi, telah terjadi penghadangan di lereng perbukitan Gunung Ciremai oleh pihak musuh pada prajurit TNI yang mencoba menyusup keluar wilayah, dalam rangka mencari bantuan logistik. Menurut informasi dari penduduk terdapat korban dari pihak TNI dengan luka tembak di dada kondisinya sangat kritis, disertai dengan patah tulang kaki kiri yang telah dibawa kedaerah aman oleh penduduk. Korban saat ini mendapat perawatan seadanya oleh penduduk. Untuk mengelabuhi musuh korban disembunyikan atau disamarkan di belakang kandang sapi oleh penduduk. Komandan memerintahkan agar melakukan pencarian dan temukan korban tersebut berikan longdarlap dan segera evakuasi, kotak palang merah menunggu di sabuk merah dan segera luncurkan ke Rumah Sakit Darurat di Desa Cigugur.
 
Para anggota baru memeriksa senjata yang sengaja di selundupkan penduduk yang bersimpati kepada TNI 
            Prajurit kesehatan yang gagah berani dan telah berhasil membawa tanaman obat sambiloto ke Rumah Sakit Darurat di sekitar Monumen Kesehatan Angkatan Darat di Desa Cigugur dan sambut dengan penuh kegembiraan dan suka cita oleh para prajurit–prajurit yang sangat memerlukan tanaman obat tersebut untuk selanjutnya diserahkan kepada Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah 03.04.03 Cirebon Letkol Ckm dr. Gunawan Irianto, MARS.
 
 

Ads here...