Tim Kes
Kegiatan Tim Kesehatan Garuda XXIX-A
Tim kes garuda XXIX-A berangkat ke Lebanon tanggal 15 Januari 2010. Tiba di Bandara Rafix Hariri Beirut tanggal 16 Januari 2010 jam 02 30 waktu setempat. Kedatangan dijemput oleh tim penjemput staf officer (letkol Taufik ) yang sudah dinas mendahului gabung dengan Unifil. Tanggal 17 Januari Tim diterima oleh komandan FHQSU ( Force head quarter supporting unit Unifil) kol Restu. Selanjutnya tim kes garuda XXIX-A bergabung dengan RS Unifil Naqoura Lebanon dibawah pimpinan Letkol dr. ViVieg CKanand dari India. Setiap dokter masuk ke poli masing2 unit, untuk bidang THT, Kandungan dan gigi langsung dikepalai oleh dokter dari Indonesia.
Kontingen Tim Kesehatan Garuda XXIX-A berjumlah 9 orang dipimpin oleh mayor ckm dr. Bima wisnu Nugraha SpTHT.MKes. Anggota tim terdiri dari:
- 1 orang spesialis kandungan mayor dr. Puji Trihapsoro. Spog.
- 1 orang spesialis radiologi mayor dr. Daniel Lumadyo, SpR.
- 1 orang spesialis penyakit Dalam mayor laut (K) dr. Maxi Mangundap, SpPD.
- 1 orang dokter gigi lettu laut (K)drg. Snataka Pribadi, beserta
tenaga perawat ahli :
- Serma Imam Susanto.(TNI-AU)
- Serka Lulus Priyanto (TNI AU),
- Serma Sunarto (TNI-AD),
- Serda RKG Zaamu.
Selang tujuh hari setelah masa orientasi tim kes garuda langsung kena jaga seperti tenaga medis dari india . Kemajuan sangat terasa dirasakan rumah sakit unifil Naqoura setelah kedatangan tim kesehatan dari Indonesia adalah naiknya level rumah sakit dari level 1 + menjadi level 2. Angka kunjungan rumah sakit dari rata-rata 30-40 pasien menjadi 40-60 pasien tiap harinya. Tim Kesehatan Garuda langsung menyeting tiap masing bagian sehingga dapat bekerjanya seprofesional mungkin seperti menyeting alat-alat poli gigi dari yang banyak karat menjadi sangat pantas disebut poli gigi, bagian THT dengan peralatan dasar standar dapat operasional, bag kandungan dilengkapi dengan usg portable, Bag radiologi terdapat X-ray dan USG, Penyakit dalam lengkap dengan ekg.
Minggu kedua bagian THT dapat kasus sulit yang sangat jarang yaitu abces retropharing dari India-batalyon, setelah bekerja-sama dengan tim dokter dari RS Hammoud di Saida kasus langka tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Kasus ini merupakan berita penting di Unifil sehingga SMO (Senior Medic officer) memerintahkan tim kesehatan garuda untuk paparan pada semua perwakilan kontingen kesehatan yang tergabung dalam Unifil. Ini merupakan suatu kehormatan yang luar biasa Negara kita memberikan pelajaran penanganan kasus sulit ini. Paparan mendapat sambutan yang luar biasa karena seharusnya pasien tersebut ter-repatriasi (dipulangkan) akan tetapi dapat diselesaikan tanpa harus repatriasi. Kasus abses retropharing ini sangat jarang terjadi pada orang dewasa biasanya diderita anak-anak. Demikian untuk sementara laporan singkat dari Lebanon. Dilaporan oleh dr. Bima Wisnu Nugraha SpTHT. Mkes.


