Simulasi

SIMULASI PENANGANAN KORBAN BENCANA

TIM KESEHATAN LAPANGAN DENKESYAH 03.04.03 CIREBON

Oleh :

Letkol Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B

WAKIL KOMANDAN DENKESYAH 03.04.03 CIREBON KESDAM III / SILIWANGI

 

             Sedia payung sebelum hujan. Lebih baik siap siaga walaupun tidak dipergunakan dari pada tidak siap saat diperlukan. Kesiapsiagaan dalam penanganan korban bencana sangat diperlukan bagi kita warga Indonesia mengingat negara kita termasuk wilayah yang rawan terjadinya bencana. Untuk itulah Tim Kesehatan Lapangan Detasemen Kesehatan Wilayah 03.04.03 Cirebon bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Cabang Kota Cirebon melakukan simulasi penangana korban bencana dihadapan peserta Lomba Pramuka Saka Wira Kartika yang diselenggarakan oleh Komando Distrik Militer 0614 / Kota Cirebon pada tanggal 31 Oktober 2009 bertempat di Makodim 0614 / Kota Cirebon.

 

 

Tim Keslap dan Satgana dengan sigap bantu korban bencana

            Bencana alam ataupun bencana akibat ulah manusia dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan mengenai siapa saja. Untuk itulah diperlukan kesiapsiagaan semua pihak terutama mereka yang terkena bencana. Penanganan korban, pencarian korban serta perbaikan infra struktur memerlukan kerjasama semua pihak. Oleh karena itu diperlukan kerja sama dan komunikasi diantara pihak – pihak yang terkait.

 

 

           Dari kejadian bencana alam yang terjadi akhir – akhir ini seperti bencana gempa bumi di Jogjakarta, Tasikmalaya, Padang serta Tsunami di Aceh, kita melihat betapa besarnya peranan anggota TNI dalam penanganan bencana alam. Denkesyah 03.04.03 Cirebon sebagai komponen Kesehatan Angkatan Darat di wilayah Cirebon berupaya mengantisipasi kemungkinan ancaman bencana yang mungkin timbul di Cirebon, serta berupaya menginventaris komponen – komponen dalam masyarakat yang dapat diajak bekerja sama dan berkomunikasi efektif dalam penanggulangan bencana.

          Dalam simulasi bencana ini, Denkesyah 03.04.03 Cirebon bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia khususnya dengan Palang Merah Remaja Kota Cirebon. Anggota Palang Merah Remaja ini diambil dari para siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) se kota Cirebon. Selama kurang lebih 1 (satu) tahun ini Denkesyah Cirebon secara aktif membina Palang Merah Remaja sebagai bagian dalam pembinaan generasi muda. Kegiatan – kegiatan dalam Palang Merah Remaja sangat menunjang tugas – tugas bidang kesehatan mulai dari pencarian korban serta pertolongan korban di tempat kejadian, juga para remaja ini dilatih aktif dalam kegiatan seperti pembuatan dapur umum, penanganan korban bencana di daerah pengungsian sampai membantu perawatan pasien di rumah sakit.

  Regu tandu mempersiapkan evakuasi korban

           Dalam simulasi di hadapan peserta upacara Lomba Pramuka Saka Wira Kartika yang dihadiri sekitar 300 pramuka dan tamu undangan diperagakan langkah – langkah pertolongan korban. Simulasi diawali dengan visualisasi adanya bencana alam gempa bumi di Cirebon. Tim Keslap Denkesyah Cirebon yang siap siaga 24 jam segera menuju lokasi gempa, kemudian mengajak partisipasi Palang Merah Indonesia yang dengan serta merta mengirimkan Tim Satuan Penanggulangan Bencana (Satgana) yang terdiri dari personel Palang Merah Remaja yang sudah terlatih dengan baik. Sampai di lokasi bencana segera dilakukan triage lapangan (pemisahan korban sesaui dengan kegawatan korban) serta pemberian label pada korban yang ditemui. Korban – korban yang bisa diselamatkan segera dikumpulkan di daerah yang aman guna memperoleh bantuan tindakan medis yang sesaui dengan keadaan korban untuk selanjutnya dievakuai ke Rumah Sakit Ciremai yang sudah dipersiapkan guna mengantisipasi kejadian bencana di wilayah Cirebon. Dalam simulasi ini ternyata ada satu korban yang harus dievakuasi melalui berbagai medan yang sulit karena rusaknya infra struktur kota yang porak poranda akibat gempa.

Regu tandu siap merayap menghadapi rintangan gorong – gorong

          Untuk evakuasi di medan sulit dalam simulasi ini diperagakan oleh Regu Tandu yang personelnya terdiri dari gabungan personel Tim Keslap Denkesyah Cirebon dan anggota Satgana Palang Merah Remaja PMI Kota Cirebon. Regu tandu ini harus melewati beratnya berbagai rintangan dengan tetap mempertahan kondisi pasien yang dievakuasi sehingga pasien selamat sampai di Rumah Sakit Ciremai sebagai rumah sakit rujukan. Adapun rintangan yang harus dilewati terdiri dari rintangan lorong sempit, dimana regu tandu harus berjalan menyamping sambil tetap membawa korban. Rintangan gorong – gorong merupakan rintangan selanjutnya yang menghadang perjalanan regu tandu ini. Keadaan medan yang sempit serta tidak mungkin untuk berdiri membuat korban harus disebrangkan dengan cara merayap dimana satu persatu anggota regu juga harus merayap. Rintangan berikutnya berupa pagar tembok, untuk bisa melewati rintangan ini regu tandu harus bekerja sama dengan kompak agar korban tetap selamat. Rupanya gempa bumi tidak hanya terjadi sekali saja melainkan bisa diikuti dengan beberapa kali gempa susulan. Dalam mengahadapi gempa susulan ini, regu tandu harus tiarap dan berguling ke arah samping tandu sambil tetap memperhatikan tandu dimana korban masih tergeletak, dalam hal ini penolong harus menyelamatkan diri sebelum memberi pertolongan kepada korban.

 

 

Foto bersama dengan Dandim 0614 / Kota Cirebon, Wadan Denkesyah serta seluruh pendukung simulasi

           Kegiatan simualasi penanganan korban bencana oleh Palang Merah Remaja dan Lomba Pramuka Saka Wira Kartika ini merupakan bentuk pembina generasi muda di wilayah Cirebon. Denkesyah 03.04.03 Cirebon aktif membina kegiatan Palang Merah Remaja yang terdiri dari pelajar mulai Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Umum / Khusus sampai mahasiswa Perguruan Tinggi yang tergabung dalam Korp Sukarela (KSR). Sedangkan kegiatan Pramuka dimotori oleh Komandan Kodim 0614 / Kota Cirebon Letkol Arhanud Nugroho Djati Waluyo melalui Saka Wira Kartika yang saat itu mengadakan kegiatan perkemahan Sabtu dan Minggu guna memperebutkan Piala Bergilir Komandan Kodim 0614 / Kota Cirebon.  

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG SALAM UNTUK KELUARGA