Senam Kaki

SENAM KAKI UNTUK CEGAH DIABETIC FOOT
DI PERSATUAN DIABETES INDONESIA ( PERSADIA )
UNIT RS CIREMAI CIREBON

 
Oleh :
Letkol Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B
WAKIL KOMANDAN DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
 
 
           Populasi penderita Diabetes Mellitus di Indonesia, menurut perhitungan WHO menempati urutan ke – 4 di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2000 penderita DM di Indonesia sekitar 8,4 juta dan diperkirakan pada tahun 2030 menjadi sekitar 21,3 juta penderita DM. Tetapi hanya sekitar 50% penderita yang peduli dengan penyakitnya, dan kurang dari 30% melakukan check up dan kontrol rutin penyakit yang dideritanya.
 
           Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) Diabetic Foot adalah infeksi, ulserasi, dan atau kerusakan jaringan yang dalam yang berhubungan dengan abnormalitas neurologis dan bermacam – macam derajat dari penyakit vascular perifer pada ekstremitas bawah.
 
           Tahun 2006 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, didapatkan 3830 penderita DM dan 23,6% mengalami diabetic foot baik oleh karena neuropati, makroangiopati atau campuran. Lokasi Diabetic Foot, 50% berada pada ujung jari kaki, 30-40% pada metatarsal plantar pedis, 10-15% pada dorsum kaki, 5-10% pada tumit dan 10% adalah ulkus multipel.
 
           Etiopatogenesis terjadinya Diabetic Foot, karena glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf atau neuropati diabetik, sehingga tidak dapat merasakan panas, nyeri atau dingin pada kaki dan betis. Kerusakan saraf juga dapat menyebabkan penurunan produksi keringat sehingga kulit menjadi kering.
 
           Glukosa darah yang tinggi juga akan menyebabkan berkurangnya aliran darah atau penyakit vaskular perifer sehingga aliran darah ke kaki dan betis menjadi tidak cukup sehingga akan menyebabkan kesulitan penyembuhan luka dan infeksi.
 
           Untuk mencegah atau menghambat dan memperbaiki neuropati perifer pada umumnya dan pada orang tua yang sudah menderita osteoartritis dan neuropati maka latihan kaki harus lebih intensif. Latihan kaki bertujuan untuk memperbaiki sirkulasi darah tungkai bawah, pergelangan kaki, telapak kaki dan jari – jari. Latihan kaki sebaiknya dilakukan sebelum latihan jasmani sebenarnya ( jalan, jogging dan sebagainya ) atau diluar hari – hari latihan dan dapat dilakukan dimana saja.
 
           Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) unit RS Ciremai Cirebon telah melaksanakan kegiatan rutin berupa senam diabetik secara teratur setiap hari Rabu jam 06.30 pagi. Berbagai macam kegiatan telah dilaksanakan dan dibuat bervariasi diantaranya dengan melaksanakan senam kaki. Antusiasme para peserta terhadap kegiatan senam kaki ini sangat luar biasa. Hal ini karena mereka sangat mengerti tentang komplikasi diabetes yang paling sering adalah komplikasi pada kaki berupa diabetic foot.
 
           Dalam penatalaksanaan pengobatan Diabetes Mellitus telah diketahui bahwa terdapat 4 (empat ) pilar pengobatan yaitu perencanaan makan, olah raga, pemberian obat – obatan penurun gula dan penyuluhan. Pentingnya olah raga dalam pengelolaan DM telah banyak dibahas oleh para ahli Persatuan Diabetes Indonesia lebih sering mendapat pertanyaan dari para anggotanya mengenai olah raga apa yang paling cocok untuk penderita diabetes. Olah raga yang dianjurkan untuk penderita Diabetes Mellitus adalah aerobic low impact dan rithmis seperti berenang, jogging, naik sepeda dan senam disko, sedangkan latihan resistensi statis tidak dianjurkan (misalnya olah raga beban beban angkat besi dan lain-lain). Senam diabetes adalah senam aerobic low impact dan rithmis, gerakan menyenangkan dan tidak membosankan serta dapat diikuti oleh semua kelompok umur sehingga menarik antusiasme kelompok dalam klub-klub diabetes.
 
           Ada dua tindakan dalam prinsip dasar pengelolaan diabetic foot yaitu tindakan pencegahan dan tindakan rehabilitasi. Tindakan pencegahan meliputi edukasi perawatan kaki, senam kaki dan sepatu diabetes. Tujuan tindakan rehabilitasi adalah pengembalian fungsi ambulasi. Tindakan rehabilitasi meliputi program terpadu yaitu evaluasi tukak, pengendalian kondisi metabolik, debridemen luka, biakan kuman, antibiotika tepat guna, tindakan bedah rehabilitatif, perbaikan sirkulasi darah dan rehabilitasi medik.
 
           Latihan pada kaki terdiri dari latihan umum dan latihan kaki. Latihan umum seperti jalan kaki, bersepeda, senam aerobik dan renang bila tidak ada luka terbuka. Sedangkan latihan pada kaki dapat meliputi latihan untuk sendi pergelangan kaki, otot kaki dan jari – jari kaki.
 
Mekanisma trauma yang dapat merusak kaki menurut Tredwell (1994) adalah :
1. Gangguan mekanik langsung.
2. Kekuatan kecil yang berlangsung terus menerus yang dapat menyebabkan iskemia.
3. Kekuatan sedang yang berulang.
4. Infeksi.
 
Faktor resiko terjadinya diabetic foot adalah :
1. Sensasi berkurang
2. Riwayat ulkus sebelumnya
3. Maserasi
4. Kuku jempol kaki dengan jamur atau penebalan atau penandukan
5. Masalah biomekanik ( jaringan tanduk atau kalus )
6. Fisura
7. Bentuk jari seperti cakar.
 
 
 
 
Anggota Persadia Ciremai melaksanakan senam kaki dengan penuh antusias

 

 

 

Berlatih bersama guna kebaikan dan kesehatan bersama

 
 
 

Senam diabetes rutin dilaksankan pada hari Rabu pagi
 

Berbagai gerakan senam kaki

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG SALAM UNTUK KELUARGA