SENAM DIABETES

SENAM DIABETES
DI RS CIREMAI DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI

Oleh :
Mayor Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B
RS CIREMAI – DENKESYAH CIREBON
 
 
 
          Di Indonesia, saat ini diperkirakan sedikitnya sekitar 50% dari para penyandang DM belum terdiagnosis. Diantara mereka yang sudah mengetahui menderita diabetes, hanya dua pertiganya saja yang datang berobat. Tapi sayangnya diantara yang berobat tersebut, hanya sepertiganya yang terkendali dengan baik. Penyandang diabetes dan keluarganya acap kali mendengarkan dan percaya kepada nasehat / petuah orang tua, teman, tetangga atau orang lain yang dituakan ketimbang kepada dokter atau tenaga medis yang merawatnya.
 

Antusiasme peserta Senam Diabetes Di Lapangan Tenes RS Ciremai Cirebon

 
          Rumah Sakit Ciremai Cirebon berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat sekitar termasuk diantaranya para penderita Diabetes Mellitus. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan mempelopori Senam Diabetes di wilayah Cirebon serta berperan aktif dalam PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia ) Cabang Cirebon. Senam Daibetes banyak diminati para penderita Diabetes, dari waktu ke waktu pesertanya terus bertambah hingga saat ini sebanyak sekitar 75 peserta yang aktif mengikuti senam yang dilaksanakan seminggu sekali setiap hari Rabu pagi bertempat di lapangan Tenes RS Ciremai. Letkol Ckm Dr. Tjatur Winarsanto, Sp.PD, Karumkit Ciremai yang juga selaku Pembina PERSADIA selalu aktif hadir dalam kegiatan Senam Diabetes guna menampung keluhan serta konsultasi gratis semua aspek tentang Diabetes. Karumkit juga memerintahkan seorang dokter dan 3 (tiga) orang perawat dalam setiap senam yang bertugas memberikan dukungan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah dan denyut nadi setelah melaksanakan senam. Selain Senam Diabetes, kegiatan PERSADIA RS Ciremai lainya adalah penyuluhan kesehatan bagi seluruh peserta setelah pelaksanaan senam. Penyuluhan ini berisi materi – materi kesehatan seputar penyakit Diabetes Mellitus dan komplikasinya, juga penyakit – penyakit lain di luar diabetes yang akan memperkaya wawasan para peserta tentang kesehatan yang diharapkan berguna bagi peserta, keluarga dan lingkungannya.
 
 
Letkol Ckm Dr. Tjatur Winarsanto, Sp.PD memberikan arahan dan konsultasi kepada para  peserta
 
          Dalam mengelola diabetes, selain dokter, perawat, ahli gizi serta tenaga kesehatan lain, peran pasien dan keluarganya sangat penting. Edukasi kepada pasien dan keluarganya guna menyadari dan memahami lebih baik tentang perjalanan penyakit diabetes, pencegahan, penyulit diabetes dan penatalaksanaannya akan sangat membantu meningkatkan keikutsertaan mereka dalam usaha memperbaiki hasil pengelolaan.
 
          Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) adalah organisasi non-pemerintah dimana tenaga kesehatan, penyandang DM/diabetisi dan keluarganya bertemu dan bekerja sama untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang DM dengan kegiatan promotif, preventif dan kuratif melalui pengembangan pengetahuan, ketrampilan dan sikat menuju kemandirian penyandang DM. Maksud dan tujuan PERSADIA adalah :
  1. Menghimpun para diabetisi, simpatisan dan dokter – dokter yang berkecimpung dalam hal kesehatan diabetisi Indonesia.
  2. Memupuk persatuan serta kesadaran guna mengembangkan, memajukan dan memelihara pengetahuan mengenai diabetisi mellitus untuk diamalkan bagi kepentingan kesejahteraan para diabetisi Indonesia khususnya dan kemanusiaan pada umumnya.
  3. Membantu pemerintah dalam mengatasi masalah diabetes di Indonesia.
  4. Mengadakan dan memelihara hubungan dengan persatuan – persatuan sejenis di Dalam dan Luar Negri.
 
Empat pilar dalam pengelolaan penderita DM adalah
  1. Edukasi,
  2. Perencanaan makanan ,
  3. Olah raga,
  4. Obat-Obatan DM.
 
          Olah raga teratur untuk program pengobatan Diabetes Mellitus terutama tipe II atau NIDDM (Diabetes Mellitus tidak tergantung Insulin) sudah dikenal sejak lama selain diet dan obat-obatan. Olah raga secara umum bermanfaat bagi penatalaksanaan DM, akan tetapi tidak dapat dilepaskan dari keseluruhan program penatalaksanaan DM, yaitu diet, olah raga, obat – obatan oral dan insulin, penyuluhan dan self control.
 

 Mayor Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B memberikan penyuluhan kesehatan tentang komplikasi DM yaitu”Diabetic Foot”

          Olah raga yang dianjurkan untuk penderita Diabetes Mellitus adalah aerobic low impact dan rithmis seperti berenang, jogging, naik sepeda dan senam disko, sedangkan latihan resistensi statis tidak dianjurkan (misalnya olah raga beban beban angkat besi dan lain-lain). Senam diabetes adalah senam aerobic low impact dan rithmis, gerakan menyenangkan dan tidak membosankan serta dapat diikuti oleh semua kelompok umur sehingga menarik antusiasme kelompok dalam klub-klub diabetes.
Adapun manfaat olah raga pada DM adalah :
  1. Mengontrol gula darah, terutama pada DM tipe 2 yang mengikuti olah raga teratur, sedangkan bagi DM tipe 1 masih merupakan problematik.
  2. Menghambat dan memperbaiki factor resiko penyakit kardiovaskular yang banyak terjadi pada penderita DM yaitu penyakit – penyakit vascular yang berbahaya yaitu Penyakit Jantung Koroner (PJK), stroke, penyakit pembuluh darah perifer.
  3. Dengan pengaturan olah raga secara optimal dan diet DM pada penderita kegemukan (obesitas) dapat menurunkan berat badan.
  4. Memberikan keuntungan psikologis ; olah raga yang teratur dapat memperbaiki tingkat kesegaran jasmani karena memperbaiki system kardiovaskular, respirasi, pengontrolan gula darah sehingga penderita merasa fit, mengurangi rasa cemas terhadap penyakitnya, timbul rasa senang dan lebih meningkatkan rasa percaya diri serta meningkatkan kualitas hidupnya.
  5. Mengurangi kebutuhan pemakaian obat oral dan insulin
  6. Mencegah terjadinya DM yang dini terutama bagi orang – orang dengan riwayat keluarga. Porsi latihan harus ditentukan supaya maksud dan tujuan olah raga bagi penderita DM memberikan manfaat yang baik.

Pemeriksaan tekanan darah setelah Senam Diabetes

         Latihan yang berlebihan akan merugikan kesehatan, sedangkan latihan yang terlalu sedikit tidak begitu bermanfaat. Penentuan porsi latihan tersebut harus memperhatikan intensitas latihan, lama laitihan dan frekuensi latihan.
 
Secara praktis intensitas latihan yang dilakukan oleh klub – klub diabetea dinilai dengan :
  1. Target nadi / area latihan
  2. Kadar gula darah sebelum dan sesudah latihan
  3. Tekanan darah sebelum dan sesudah latihan.
 
 

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG SALAM UNTUK KELUARGA