User login
Counter
- Site Counter: 133,440
- Unique Visitor: 5,575
- Registered Users: 85
- Unregistered Users: 2
- Server IP: 192.168.1.3
- Your IP: 38.107.191.99
- Since: 2010-06-27 07:44:15
- Visitors: Today: 192
This week: 3377
This month: 2642
This year: 128532
RSU Dungu
RUMAH SAKIT UMUM KOTA DUNGU YANG MEMPRIHATINKAN
Pada perjalanan kami ke kota Dungu, selain berkunjung ke Tim Kesehatan Kontingen tetangga yaitu Maroko dan Uruguay, kami juga mengunjungi komunitas kesehatan yang ada di kota ini yaitu Rumah Sakit Umum Kota Dungu pada hari Senin tanggal 18 Pebruari 2008. Pada kunjungan ini Tim Kesehatan Satgas Garuda XX-E dipimpin oleh Mayor CKM Dr. Purwo Setyanto, Sp. B didampingi Komandan Forward Medical Team (FMT) Kapten Dr. Susilo beserta 3 orang anggota.

Pada kunjungan ini, kami diterima langsung oleh Dirktur Rumah Sakit Dr. Benyamin serta Wakilnya Dr. Daniel Pululu di ruang kerja Direktur. Dalam pembicaraan yang berlansung hangat ini, Dantimkes menyampaikan bahwa misi pasukan Indonesia yang bertugas di daerah ini adalah membangun lapangan terbang kota Dungu, membuat jalan sejauh 10 km antara lapangan terbang ke kota Dungu serta membangun jembatan. Dengan personil sebanyak 67 orang termasuk 4 personil kesehatan sebagai Forward Medical Team.
Dalam kata sambutannya, Direktur RSU Dungu menyampaikan ucapan selamat dating serta terima kasih telah sudi mampir ke RSU ini. Kunjungan ini merupakan kunjungan Kontingen PBB pertama di rumah sakit ini. Jumlah Dokter yang ada sebanyak 4 orang dokter umum serta 63 perawat yang harus memberi pelayanan Bedah, Kebidanan dan Kandungan, Anak, Penyakit Dalam serta Mata. Fasilitas yang tersedia meliputi rawat jalan, rawat inap dengan kapasitas 125 tempat tidur , kamar operasi, laboratorium dan farmasi.

Pada kesempatan ini kami diberi kesempatan untuk meninjau keliling melihat fasilitas yang ada dengan diantar langsung oleh Direktur dan Wakil Direktur Rumah Sakit. Secara umum fasilitas yang tersedia sangat sederhana. Sama sekali tidak ada aliran listrik kecuali kantor Direktur yang menggunakan tenaga matahari (Solar Cell). Kemampuan laboratorium hanya mampu memeriksa darah rutin, urin rutin serta tetes tebal Malaria. Instalasi Radiologi belum tersedia.

Hal yang mengharukan kami, walaupun para dokter disini adalah pegawai pemerintah tapi mereka sama sekali tidak digaji karena kemampuan negara belum memungkinkan di negara Kongo yang mayoritas penduduknya miskin ini akibat perang yang berkepanjangan. Dalam kesempatan ini Direktur menyampaikan permohonan bantuan khususnya mesin EKG, cairan infus serta selang infusnya. Tantang bantuan ini kami belum bias menyanggupi karena harus berkonsultasi dengan Komando dan Puskes TNI.(Oleh: Mayor CKM Dr. Purwo Setyanto, Sp. B Komandan Tim Kesehatan Satgas Garuda XX-E Kongo 2007)
Ads here...
