Perlu Bantuan
KESEHATAN TENTARA NASIONAL KONGO (FARDC) SANGAT MEMERLUKAN BANTUAN
Kesehatan selalu hadir dimana pun juga. Demikian juga untuk Tentara Nasional Kongo (FARDC) sedang berbenah diri setelah porak poranda akibat perang saudara yang berkepanjangan. Dalam keadaan yang serba terbatas dan kekurangan, Kesehatan FARDC tetap setia mendampingi gerakan pasukan FARDC. Tim Kesehatan Satgas Garuda XX-E/MONUC dipimpin oleh Dantimkes Mayor CKM Dr. Purwo Setyanto, Sp. B beserta Lettu Laut (K) Yayat Rukhiya, Serka RUM Sunaryo serta Intepreter Inggris Kapten CAJ Andi Sugiman, SS dan Intepreter Lokal/Perancis Ferdinant Makanga, mengujungi jajaran Kesehatan Tentara FARDC yang berada di FARDC Training Camp – Nyaleke pada hari Kamis 13 Maret 2008.

Pada kunjungan ini kami langsung menuju kompleks rumah sakit yang berada di bagian belakang dari Kemp Pusat Pelatihan Tentara Nasional Kongo. Fasilitas kesehatan ini digunakan bersama oleh 2 (dua) Batalyon yang berada dalam satu Camp ini yaitu Batalyon 22 dan Batalyon 23 dengan sekitar 1500 personil. Kedua Batalyon ini sedang mendapatkan program latihan tempur sebelum diterjunkan kembali ke medan tempur guna melucuti senjata para serdadu milisi lokal atau asing yang masih saja mengganggu stabilitas keamanan negri Kongo yang terkenal dengan kandungan emas, berlian, uranium, minyak bumi dan masih banyak lagi bahan tambang yang sampai saat ini masih belum dieksplorasi.

Pada kesempatan ini kami didampingi oleh Perwira Kesehatan masing – masing Batalyon yaitu Lettu Kazadi dan Letda Nsamba – Paul dari Batalyon 22 serta Lettu Fulgence Amisi dari Batalyon 23. Personil kesehatan untuk masing – masing Batalyon hanya berjumlah 12 orang, sedangkan tenaga medis hanya 1 orang dokter untuk kedua Batalyon. Fasiltas rumah sakit sangat sederhana sekali dengan layanan rawat jalan, apotik dengan obat yang sangat minim, ruang pemeriksaan sekaligus kantor dokter serta 2 (dua) ruang perawatan masing – masing berukuran 3 x 4 m dengan 8 tempat tidur untuk masing – masing Batalyon. Tidak tampak pasien dengan selang dan botol infus karena mereka memang tidak mempunyai cairan infus, infus set dan IV Catheter. Dari penyampaian perwira kesehatan FARDC kami sangat terharu dengan pengadaan obat bagi mereka. Sampai saat ini Pemerintah Kongo belum mampu menyediakan dana yang memadai untuk kesehatan, untuk itu atas kesadaran seluruh prajurit, akhirnya mereka menyumbang secara sukarela dalam bentuk uang atau barang yang kemudian dijual. Uang hasil sumbangan sukarela para prajurit inilah yang kemudian dibelikan obat dan alat kesehatan di kota terdekat.

Kami juga sempat bertatap muka dengan Komandan Batalyon 22 Letkol Madaala berserta Staf juga Komandan Batalyon 23 Letkol Ihenga beserta Staf. Dalam kesempatan perbincangan dengan para Dan Yon, beliau menyampaikan sangat terkesan dengan kunjungan Tim Kesehatan Indonesia dan sangat tidak menduga masih ada kontingen yang peduli keadaan mereka disaat kondisi mereka yang sangat memprihatinkan seperti sekarang ini. Mereka sangat mengharap bantuan pelatihan pengetahuan dan ketrampilan Kesehatan Lapangan (Keslap) bagi personil kesehatan maupun keseluruhan prajurit, juga sangat mengharap bantuan obat dan alat kesehatan untuk mengurangi beban masalah kesehatan bagi prajurit dan keluarga prajurit yang tinggal di sekitar Camp dengan sarana yang sangat memprihatinkan.(Oleh: Mayor CKM Dr. Purwo Setyanto, Sp. B Komandan Tim Kesehatan Satgas Garuda XX-E Kongo 2007)



