PELATIHAN PPGD
Submitted by yudhi on Wed, 08/05/2009 - 03:11
PELATIHAN PENANGGULANGAN PENDERITA GAWAT DARURAT ( PPGD )
KERJA SAMA
PT. JASA MARGA (PERSERO) TBK CABANG PALIKANCI DENGAN
RUMAH SAKIT TK. III CIREMAI DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
KERJA SAMA
PT. JASA MARGA (PERSERO) TBK CABANG PALIKANCI DENGAN
RUMAH SAKIT TK. III CIREMAI DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
Oleh :
Mayor Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B
RS. Tk. III CIREMAI – DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
Mayor Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B
RS. Tk. III CIREMAI – DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
Sedia payung sebelum hujan. Lebih baik siap meskipun tidak dipergunakan dari pada tidak siap saat dipergunakan. Kedua pepatah tersebut sangatlah tepat sebagai kerangka pikir dalam mempersiapkan kesiap siagaan unit atau tim dalam mengantisipasi potensi permasalahan yang ada. Untuk lebih mempersiapkan seluruh personel yang terlibat dalam pelayanan jalan tol Palimanan – Kanci Cirebon Jawa Barat maka diadakan Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat ( PPGD ) yang dilaksanakan oleh PT. Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Palikanci bekerja sama dengan Rumah Sakit Tk. III Ciremai Denkesyah 03.04.03 Cirebon Kesdam III / Siliwangi pada tanggal 1 – 2 Juli 2009.
Bantuan Tim Medis di tempat dimana korban ditemukan (Jurang)
Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personel yang bertugas dalam memberikan pelayanan prima bagi pengguna jalan tol Palimanan – Kanci Cirebon khususnya dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan di jalan tol yang membelah kota Cirebon ini. Saat ini, sarana transportasi seperti jalan tol dan makin berkembangnya industri otomotif akan memudahkan dan lebih memberikan kenyamanan dalam proses perpindahan orang dari satu titik ke titik yang lain. Namun dampak yang lain dari kemajuan ini adalah makin meningkatnya kejadian kecelakaan dan merubah pola trauma yang makin memperparah kerusakan organ.
Evakuasi korban melalui dinding tebing jembatan
Kegiatan pelatihan ini merupakan Program Kerja Pelatiahan tahunan PT Jasa Marga Cabang Palikanci yang tahun 2009 ini dilaksanakan pada tanggal 1 – 2 Juli 2009. Pemilihan Rumah Sakit Tk. III Ciremai Cirebon dalam pelatihan PPGD ini karena Rumah Sakit Ciremai sudah memiliki Instalasi Pendidikan dan Pelatihan yang sudah banyak dan sudah lama berkecimpung dalam pelatihan – pelatihan bagi tenaga kesehatan khususnya pelatihan penanganan kasus – kasus trauma seperti Advance Trauma Life Support ( ATLS ), Basic Trauma & Cardiac Life Support ( BTCLS ) serta Penanggulangan Penderita Gawat Darurat ( PPGD ). Selain itu, RS Ciremai Cirebon sebagai Trauma Centre untuk Wilayah Cirebon dan sekitarnya. Pelatihan ini merupakan kerja sama ketiga kalinya yaitu tahun 2006, 2007 dan 2009. Sebelum bekerja sama dengan RS Ciremai, PT Jasa Marga Cabang Palikanci secara rutin mengirim seluruh perugas pelayanan jalan tol ke Jakarta untuk mengikuti Pelatihan PPGD. Dari pihak manajemen, pengiriman personel ke Jakarta dipandang tidak efektif, pembengkakan biaya serta akan sangat mengganggu pelayanan pengguna jalan tol.
Peserta pelatihan sebanyak 60 peserta, yang dibagi menjadi 2 kelompok sesuai jadwal kerja rutin sehingga sama sekali tidak menggangu pelayanan. Pelatihan PPGD dibuka langsung oleh Kepala Cabang PT Jasa Marga (Persero) Plikanci Ir. M. Zahir Siregar, MM. Dalam sambutannya, Ir. Zahir sangat berterima kasih dan sangat berharap kepada Tim Instruktur RS. TK. III Ciremai Cirebon yang dipimpin oleh Mayor CKM Dr. Purwo Setyanto, Sp.B untuk bisa memberi bekal pengetahuan dan ketrampilan khususnya dalam bidang kesehatan kepada seluruh petugas yang terlibat dalam pelayanan pengguna jalan tol yang terdiri dari Petugas Patroli Jalan Tol, Mekanik, Paramedis dan Tim Ambulans serta petugas Sentral Komunikasi. Tim Instruktur RS Ciremai terdiri dari Mayor CKM Dr. Purwo Setyanto, Sp.B, dibantu oleh Tim Keslap Denkesyah 03.04.03 Cirebon yaitu Kapten CKM Totok Dwi Hartanto, SKM, Sertu M. Solikin, dan Serda Yatimin.
Materi teori Bantuan Hidup Dasar di kelas
Materi pelatihan berupa pelajaran teori dalam kelas dan pelajaran praktek langsung di jalan tol. Materi teori berupa Biomekanika Trauma, Bantuan Hidup Dasar ( Basic Life Support ), operasional Ambulans serta Triage / Pemilahan korban massal. Materi pelajaran praktek dilasanakan langsung di jalan tol supaya para peserta bisa langsung mempraktekkan di medan / lokasi dimana mereka biasa bekerja. Medan lapangan jalan tol Palimanan – Kanci meliputi jalan rata dan lurus sebagai mana lazimnya jalan tol, juga terdapat medan berupa medan miring di kiri kanan jalan tol serta beberapa jurang dengan kedalaman yang bervariasi yang dihubungkan dengan jembatan. Dalam pelatihan kali ini, Tim Instruktur memilih medan jurang dengan kedalaman sekitar 8 meter yang terletak di km 23 jalan tol Palikanci.
Materi praktek lapangan disimulasikan adanya laporan dari salah seorang pengguna jalan tol yang menyampaikan adanya kecelakaan mobil dengan kecepatan tinggi masuk ke dalam jurang di Km 23 kepada petugas pos pembayaran tol di pintu tol Plumbon. Segera petugas pintu tol meneruskan berita ini kepada perugas patroli yang berada dekat sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Dalam momentum seperti inilah dilakukan penilaian bagaimana aksi dan reaksi masing – masing personel yang terlibat. Dimulai dengan pengaturan arus lalu lintas di TKP, jalur komunikasi dengan Sentral Komunikasi yang berlokasi di Home Base PT Jasa Marga, kemudian diikuti aksi Tim Mekanik dan Tim Ambulans beserta petugas paramedis dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Pada sebagian besar kecelakaan, justru orang awamlah yang menemukan dan paling dekat dengan korban. Untuk itulah, diperlukan pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi petugas patroli jalan tol karena mereka inilah orang – orang pertama yang menemukan dan diharapkan bisa memberikan bantuan pertolongan pertama sebelum datangnya paramedis. Tentunya bantuan yang bisa diberikan tidak terlalu rumit dan dapat dilakukan dengan tangan kosong, tanpa injeksi obat – obatan, tanpa cairan infus dan tanpa alat kejut jantung.
Tantangan medan jurang cukup mengejutkan bagi sebagian besar peserta. Para petugas ini dituntut untuk mampu turun tebing dan jurang menuju tempat korban. Selain itu dituntut kemampuan untuk memberikan bantuan pertolongan pertama di tempat kejadian, melakukan stabilisasi serta dituntut juga mampu mengangkat korban ke atas. Disini diperlukan kemampuan mountenering dan fisik yang prima. Selanjutnya pasien dirujuk ke Rumah Sakit Ciremai sebagai rumah sakit rujukan PT Jasa Marga melalui mekanisma seperti dalam operasional ambulans. Seluruh rangkaian latihan praktek ini direkam dengan handycam sehingga memudahkan dalam evaluasi dan penilaian kinerja masing – masing tim dalam memberikan bantuan.
Dalam acara penutupan pelatihan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia dan Umum Bpk. Nursalam, S Sos yang mewakili Kepala Cabang PT Jasa Marga Cabang Palikanci menyampaikan rasa puas dan sangat kagum dalam pelaksanaan pelatihan PPGD tahun 2009 ini. Beliau juga sangat mengharapkan supaya tahun 2010 Tim Instruktur RS Ciremai dapat melatih personel Jasa Marga lagi dengan materidan medan latihan yang lebih menantang.


