PELATIHAN DAN WORSKHOP
PELATIHAN DAN WORKSHOP
KESELAMATAN PASIEN DAN MANAJEMEN DI RUMAH SAKIT
DAN PERESMIAN ASOSIASI RUMAH SAKIT TNI - POLRI
Oleh :
Mayor Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B
RS CIREMAI – DENKESYAH CIREBON
Saat ini sistem keselamatan pasien bagi rumah sakit merupakan kebutuhan untuk menerapkannya, sejak pencanangan Gerakan Keselamatan Pasien Rumah Sakit oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 21 Agustus 2005, maka diharapkan seluruh unsur penyelenggara pelayanan kesehatan di rumah sakit ikut terlibat dalam menerapkan sistem ini. Rumah sakit TNI – POLRI sebagai bagian dari Sistem Kesehatan Nasional ikut bertanggung jawab dan berkontribusi dalam membangun sistem keselamatan pasien ini. Pelayanan kesehatan yang dilaksanakan tidak terlepas dari upaya meningkatkan mutu dan akuntabilitas kepada pasien dan masyarakat. Untuk hal – hal tersebut diatas maka Asosiasi Rumah Sakit TNI – POLRI bekerja sama dengan RSPAD Gatot Soebroto menyelenggarakan acara Pelatihan dan Work Shop tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit dan Manajemen Resiko Klinis di rumah sakit pada tanggal 10 – 12 Pebruari 2009 bertempat di Lantai VI Gedung Prof. Dr. Satrio RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Pengurus Asosiasi Rumah Sakit TNI - POLRI bersama Ketua Persi
Mengingat pentingnya Pelatihan dan Workshop ini maka Kepala Rumah Sakit Tingkat III Ciremai Cirebon Mayor Ckm Dr. Tjatur Winarsanto, Sp.PD memerintahkan Mayor Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B untuk mengikuti Workshop ini. Pelatihan dan Workshop tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit dan Manajemen Resiko Klinis ini diikuti oleh 31 peserta yang merupakan utusan dari Rumah Sakit di lingkungan TNI dan POLRI yang berjumlah sekitar 170 RS. Sebelum dimulainya Workshop ini diawali dengan peresmian Asosiasi Rumah Sakit TNI – POLRI oleh Ketua Umum PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Brigjen. Purn. Dr. Adib A. Yahya, MARS pada tanggal 10 Pebruari 2009. Sedangkan untuk Ketua Asosiasi Rumah Sakit TNI – POLRI adalah Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Brigjen TNI Supriyantoro, Sp.P, MARS. Nara sumber dalam workshop ini disampaikan langsung oleh para pakar Keselamatan Pasien Rumah Sakit dari PERSI dan KKPRS (Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit) Nasional antara lain dr. Adib A. Yahya, MARS, dr. Nico A Lumenta, K Nepro, MM, dr. Arjaty W, Daud, MARS, dll. Dengan metode workshop berupa Ceramah & Tanya Jawab, Studi Kasus, Video dan Diskusi Kelompok.

Kelompok diskusi "Smile"
Keselamamatan pasien (patient safety) rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Sistem tersebut meliputi : assesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko. Sistem tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan.
Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) (Adverse Event) adalah suatu kejadian yang tidak diharapkan yang mengakibatkan cedera pasien akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil, dan bukan karena penyakit dasarnya atau kondisi pasien. Cedera yang diakibatkan oleh kesalahan medis atau bukan keselahan medis karena tidak dapat dicegah.

Kelompok Diskusi "Smile" dengan Fasilitator Dr. Arjati w. Daud MARS
Kejadian Nyaris Cedera (KNC) (Near Miss) adalah suatu kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan (commission) atau tidak mengambil tindakan (ommission) yang dapat mencederai pasien, tetapi cedera serius tidak terjadi, karena ”keberuntungan” (mis. Pasien terima suatu obat kontra indikasi tetapi tidak timbul reaksi obat), karena ”pencegahan” (suatu obat dengan overdosis lethal akan diberikan, tetapi staf lain mengetahui dan membatalkannya sebelum obat diberikan), atau ”peringanan” (suatu obat dengan overdosis lethal diberikan, diketahui secara dini lalu diberikan antidotenya).
Harus diakui, pelayanan kesehatan pada dasar adalah untuk menyelamatkan pasien sesuai dengan yang diucapkan Hiprocrates kira-kira 2400 tahun yang lalu yaitu Primum, non nocere (First, do no ham). Namun diakui dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi pelayanan kesehatan khususnya di rumah sakit menjadi semakin kompleks dan berpotensi terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan – KTD (Adverse event) apabila tidak dilakukan dengan hati-hati.
Di rumah sakit terdapat ratusan macam obat, ratusan tes dan prosedur, banyak alat dengan teknologinya, bermacam jenis tenaga profesi dan non profesi yang siap memberikan pelayanan pasien 24 jam terus menerus. Keberagaman dan kerutinan pelayanan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat terjadi KTD.

Foto bersama dengan Ka. RSPAD Gatot Soebroto Brigjen TNI Dr. Supriyantoro, Sp.p ,MARS
Pada tahun 2000 Institute of Medicine di Amerika Serikat menerbitkan laporan yang mengagetkan banyak pihak : “TO ERR IS HUMAN”, Building a Safer Health System. Laporan itu mengemukakan penelitian di rumah sakit di Utah dan Colorado serta New York. Di Utah dan Colorado ditemukan KTD (Adverse Event) sebesar 2,9 %, dimana 6,6 % diantaranya meninggal. Sedangkan di New York KTD adalah sebesar 3,7 % dengan angka kematian 13,6 %. Angka kematian akibat KTD pada pasien rawat inap di seluruh Amerika yang berjumlah 33,6 juta per tahun berkisar 44.000 – 98.000 per tahun. Publikasi WHO pada tahun 2004, mengumpulkan angka-angka penelitian rumah sakit diberbagai Negara : Amerika, Inggris, Denmark dan Australia, ditemukan KTD dengan rentang 3,2 – 16,6 %. Dengan data-data tersebut, berbagai Negara segera melakukan penelitian dan mengembangkan Sistem Keselamatan Pasien.
Di Indonesia data tentang KTD apalagi Kejadian Nyaris Cedera (Near miss) masih langka, namun dilain pihak terjadi peningkatan tuduhan “mal praktek”, yang belum tentu sesuai dengan pembuktian akhir. Dalam rangka meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit maka Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia telah mengambil inisiatif membentuk Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKP-RS). Komite tersebut telah ektif melaksanakan langkah-langkah persiapan pelaksanaan keselamatan pasien di rumah sakit dengan mengembangkan laboratorium program keselamatan pasien rumah sakit.
Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk juga untuk rumah sakit. Ada lima isu penting yang terkait dengan keselamatan (safety) di rumah sakit yaitu : keselamatan pasien (patient safety), keselamatan pekerja atau petugas kesehatan, keselamatan bangunan dan peralatan di rumah sakit yang bisa berdampak terhadap keselamatan pasien dan petugas, keselamatan lingkungan (green productivity) yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan dan keselamatan “bisnis” rumah sakit yang terkait dengan kelangsungan hidup rumah sakit. Kelima aspek keselamatan tersebut sangatlah penting untuk dilaksanakan disetiap rumah sakit. Namun harus diakui kegiatan institusi rumah sakit dapat berjalan apabila ada pasien. Karena itu keselamatan pasien merupakan prioritas utama untuk dilaksanakan dan hal tersebut terkait dengan isu mutu dan citra perumahsakitan.
Adapun Tujuan Pelatihan dan Work Shop tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit dan Manajemen Resiko Klinis di rumah sakit adalah :
a. Umum : Terwujudnya mutu pelayanan dan membangun system keselamatan pasien di rumah sakit yang lebih baik.
b. Khusus :
-
Meningkatnya pemahaman para praktisi rumah sakit terhadap program keselamatan pasien dan Tujuh langkah menuju keselamatan pasien rumah sakit.
-
Meningkatkan pemahaman para praktisi rumah sakit terhadap langkah – langkah menejemen resiko klinis rumah sakit.
-
Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktis tentang menejemen resiko klinis.
-
Dapat diterapkannya Standar dan Instrumen Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
-
Terwujudnya sistem Pencatatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien rumah sakit.
-
Rumah sakit mampu melaksanakan kegiatan kajian laporan Insiden Keselamatan Pasien sehingga tidak terjadi kesalahan berulang dan mampu melakukan perbaikan secara terus – menerus.
Dengan materi Workshop sebagai berikut :
-
Risk Management Overview in Hospital
-
State of Art Patient Safety
-
Standar Keselamatan Pasien Rumah Sakit
-
Instrumen Akreditasi Keselamatan Pasien RS
-
Pengalaman Sistem Pelaporan Insiden di RS
-
Indikator Keselamatan Pasien
-
Membangun kesadaran akan Nilai Keselamatan Pasien (Survey Assesment of Safety Culture)
-
Memimpin dan mendukung staf untuk Komitmen dan Fokus pada Keselamatan Pasien ( Leadership of Patient Safety)
-
Integrasi Manajemen Resiko (Strategic Plan of Risk Management)
-
Indikator Manajemen Resiko (Indicator of Risk Management)
-
Sistem Pelaporan di RS
-
Komunikasi dengan Pasien (Develope Open Disclosure)
-
Belajar dan berbagi pengalaman keselamatan pasien (Incident Investigation)
-
Cegah cedera melalui Implementasi Keselamatan (Proactive Risk Assesment & Redesign Process)
-
Studi Kasus (I, II, III, IV, V)
-
Nursing care and patient safety. Diskusi Kelompok “Smile” Diskusi Kelompok “Smile” dengan Fasilitator Dr. Arjati W. Daud, MARS Foto bersama Ka RSPAD Gatot Soebroto Brigjen TNI Dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS


