NARKOBA
1. FAKTA TENTANG NARKOBA :
a. Indonesia tidak hanya menjadi daerah pemasaran gelap narkoba, tetapi juga sebagai daerah produsen narkoba.
b. Pabrik ectasy terbesar di dunia ada di Indonesia (Tangerang).
c. Sebagian besar korban penyalahgunaan narkoba berusia 15-25 tahun, dengan kecenderungan jumlah korban dari tahun ke tahun semakin meningkat.
d. Semakin banyak remaja yang memulai perkenalannya dengan narkoba pada usia dini (10 tahun) dimulai dari kebiasaan menghisap rokok, menggunakan jarum suntik bnergantian yang berakibat pada penularan HIV/AIDS setelah perilaku heteroseksual.
2. EFEK NARKOBA :
a. KOKAIN, merusak sistem pernapasan dan gangguan pada otak.
b. OPIAT seperti putaw, mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa yang dikenal dengan sakauw disertai badan panas dingin, hidung beringus, mual.
c. GANJA, mengakibatkan bertingkah laku aneh dan merasa di kejar-kejar.
d. EKSTASI, mengakibatkan penyempitan pembuluh darah, depresi, paranoid, bahkan kerusakan permanen pada otak.
e. NIKOTIN, mengakibatkan jantung dan pembuluh darah.
f. SOLVENT, seperti lem perekat merusak sistem pernapasan dan gangguan pada otak.
g. Kekuatan SHABU bisa bervariasi diantaranya tidak dapat mengontrol lidah dan merasa curiga yang berlebihan.
h. Penggunann BAHAN ADIKTIF, seperti alkohol dapat sistem pencernaan dan ginjal.
3. GEJALA-GEJALA PEMAKAIAN NARKOBA YANG BERLEBIHAN :
a. KOKAIN
1) Denyut jantung cepat
2) Agitasipsikomotor/gelisah.
3) Euforia/rasa gembira berlebihan.
4) Rasa harga diri meningkat.
5) Banyak bicara.
6) Kewaspadaan meningkat.
7) Kejang
8) Pupil (manik mata) melebar.
9) Tekanan darah meningkat.
10) Berkeringat/rasa dingin.
11) Mual/muntah.
12) Mudah berkelahi.
13) Psikosis
b. OPIAT (heroin, morfin, ganja)
1) Perasaan senang dan bahagia
2) Acuh tak acuh (apati)
3) Malas bergerak
4) Mengantuk
5) Rasa mual
6) Bicara cadel
7) Pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
8) Gangguan perhatian/daya ingat
c. GANJA
1) Rasa senang dan bahagia
2) Santai dan lemah
3) Acuh tak acuh
4) Mata merah
5) Nafsu makan meningkat
6) Mulut kering
7) Pengendalian diri kurang
8) Sering menguap/ngantuk
9) Kurang konsentrasi
10) Depresi
d. AMFETAMIN (shabu, ekstasi)
1) Kewaspadaan meningkat
2) Bergairah
3) Rasa senang, bahagia
4) Pupil mata melebar
5) Denyut nadi dan tekanan darah meningkat
5) Sukar tidur/ insomnia
6) Hilang nafsu makan
7) Perdarahan darah otak
8) Penyumbatan pembuluh darah
9) Nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
10) Distonia (kekakuan otot leher)
e. ALKOHOL
1) Bicara cadel
2) Jalan sempoyongan
3) Wajah kemerahan
4) Banyak bicara
5) Mudah marah
6) Gangguan pemusatan perhatian
7) Nafas bau alkohol
f. BENZODIAZEPIN (pil nipam, BK, mogadon)
1) Bicara cadel
2) Jalan sempoyongan
3) Wajah kemerahan
4) Banyak bicara
5) Mudah marah
6) Gangguan pemusatan perhatian
4. TANDA-TANDA KEMUNGKINAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DAN ZAT ADIKTIF
a. FISIK
1) Berat badan turun drastis
2) Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
3) Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan
4) Buang air besar dan kecil kurang lancar
5) Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas
b. EMOSI
1) Sangat sensitif dan cepat bosan
2) Bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang
3) Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau
berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
4) Nafsu makan tidak menentu
c. PERILAKU
1) Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
2) Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
3) Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam
4) Suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang
5) Selalu kehabisan uang
6) Waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset,gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya
7) Takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit – karena itu mereka jadi malas mandi
8) Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala “putus zat”
9) Sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya, seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat
10) Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
11) Mengalami jantung berdebar-debar
12) Sering menguap
13) Mengeluarkan air mata berlebihan
14) Mengeluarkan keringat berlebihan
15) Sering mengalami mimpi buruk
16) Mengalami nyeri kepala
17) Mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi
5. PRINSIP PENANGGULANGAN :
a. Landasan Hukum : UU No. 5 tahun 1997 ttg psikotropika dan UU No. 2 tahun 1997 tentang Narkotika.
b. Upaya preventif - promotif : Penyembuhan zat psikoaktif sangat sulit, sasarannya adalah pemakai dan lingkungan, antara lain :
a. Pemberian informasi yg benar dan obyektif secara hati-hati.
b. Tidak merangsang penerima informasi.
c. Melatih kemampuan untuk diajak teman-teman pengguna zat psikoaktif
c. Upaya kuratif dan rehabilitasi : Upaya yg berkesinambungan untuk mengakhiri ketergantungan zat psikoaktif dalam mengatasi bermacam-macam dampak fisik, psikis dan sosial, serta mengembalikan pengguna kemasyarakat sebagai warga yang produktif, berguna dan hidup sejahtera tahapannya :
1) Penerimaan awal (1-3 hari) : Evaluasi medik psikologik menyeluruh.
2) Detoksifikasi dan terapi komplikasi medik (1-3 minggu) : proses penghentian pengguna zat psikoaktif dan pengobatan komplikasi medik yang mungkin terjadi.
3) Stabilisasi (3-9 bulan) : meliputi upaya pembinaan-pemantapan fisik, mental, keagamaan, komunikasi-interaksi sosial.
4) Persiapan kembali ke masyarakat (3-12 bulan) : melalui program khusus.
5) Resosialisasi (1.000 hari) : mantan pengguna mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat.
6. PENCEGAHAN NAPZA
a. KOMUNIKASI ORANGTUA DENGAN ANAK
Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan semakin hari oleh anak-anak menjadi masalah yang semakin memprihatinkan semua orangtua. Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, disepakati bahwa membangun jalinan komunikasi intens antara orangtua dan anak merupakan alat yang ampuh untuk dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Meskipun demikian, banyak orang tua merasa ragu mendiskusikan tentang penyalahgunaan obat dan alkohol dengan anak-anak mereka. Sebagian dari kita percaya bahwa anak-anak kita tidak akan terlibat pada hal-hal terlarang tersebut. Sebagian lainnya menundanya karena tidak mengetahui bagaimana mereka mengatakannya, atau justru takut mereka menjadi memikir tentang hal itu dan mendorong ke arah yang tidak diinginkan.
Dari suatu studi di Amerika menyatakan bahwa banyak kaum muda yang mengikuti program rehabilitasi mengatakan bahwa mereka mengkonsumsi alkohol atau obat-obat terlarang 2 (dua) tahun sebelum orangtua mereka mengetahuinya. Oleh sebab itu, jalinlah komunikasi sedini mungkin dan jangan menunggu sampai anak-anak Anda terlibat masalah tersebut.
Jangan takut untuk mengakui bahwa Anda belum mampu menjawab semua pertanyaan yang ada. Biarkanlah anak-anak Anda mengetahui yang menjadi perhatian Anda, dan kemudian Anda dapat bekerja sama untuk memperoleh jawaban yang dimaksud.
Di bawah ini adalah beberapa tips dasar untuk meningkatkan kemampuan diskusi dengan anak-anak Anda tentang alkohol dan obat-obatan terlarang.
1. Jadilah pendengar yang baik. Yakinkanlah anak Anda merasa ‘nyaman’ mengungkapkan masalahnya kepada Anda. Dengarkanlah dengan hati-hati dan penuh perhatian semua yang anak Anda katakan. Jangan Anda menjadi marah setelah mendengar semuanya. Bila perlu, berikan jeda 5-10 menit untuk menenteramkan hati Anda bila diperlukan. Bila anak Anda tidak menceritakan masalahnya, “pancing”lah dengan pertanyaan-pertanyaan sekitar sekolah dan aktifitasnya yang lain.
2. Sediakanlah waktu untuk mendiskusikan hal-hal yang sensitif. Penting bagi mereka untuk mengetahui apakah orangtuanya tahu informasi yang benar tentang apa yang mereka anggap penting.
3. Berikanlah dorongan. Perbanyaklah dorongan pada hal-hal yang telah dilakukan anak dengan benar, dan jangan terlalu fokus pada hal-hal buruk atau salah yang telah dilakukannya. Hal ini akan mendorong anak-anak untuk belajar merasakan hal-hal yang baik bagi mereka, sehingga mereka dapat mengembangkan rasa percaya diri dalam membuat keputusan yang menyangkut dirinya sendiri.
4. Sampaikan pesan dengan jelas. Saat Anda berbicara tentang penggunaan alkohol atau penyalahgunaan obat-obatan, yakinkan diri Anda memberikan informasi yang jelas dan langsung, sehingga anak mengetahui dengan tepat apa yang diharapkan dari dirinya. Misalnya, “ Di dalam keluarga kita, dilarang minum minuman yang mengandung alkohol ! “.
5. Berilah contoh yang baik. Di samping dari yang bersifat pengajaran, anak-anak belajar juga dari contoh-contoh nyata. Banyak hal tingkah laku anak yang dicontoh dari orangtuanya. Yakinkan diri Anda bahwa Anda sudah bertingkah laku yang benar, seperti yang Anda harapkan dari anak Anda.
b. TIPS BERKOMUNIKASI DENGAN ANAK
Komunikasi yang efektif antara orang tua dengan anak tidak selalu mudah berlangsung. Anak-anak dan orang dewasa masing-masing memiliki gaya dan cara yang berbeda dalam menanggapi pembicaraan. Di samping itu, waktu dan suasana, juga mempengaruhi suksesnya komunikasi yang akan dilangsungkan. Para orangtua diharapkan secara khusus menyediakan waktunya, tanpa ada ketergesaan.
Di bawah ini ada beberapa tips agar komunikasi yang akan dijalain bisa lebih sukses.
1. Mendengarkan.
a. Berikan perhatian penuh.
b. Jangan memotong pembicaraan anak. Biarkan sang anak berbicara dan kemudian menanyakan tanggapan Anda.
2. Memperhatikan.
a. Perhatikan ekspresi / mimik muka dan bahasa tubuh anak. Apakah anak Anda gugup atau merasa tidak nyaman, seperti merengut, memainkan tangannya, menggoyang kaki, tidak berani menatap mata Anda atau seringkali melihat jam dan sebagainya.? Atau anak Anda terlihat tenang, tersenyum atau menatap langsung mata Anda ? Bacalah tanda-tanda ini untuk mengetahui perasaan anak Anda yang sebenarnya.
b. Sepanjang diskusi dengan anak Anda ini berlangsung, perhatikan apa yang dikatakannya. Bila diskusi ini dilakukan dengan posisi duduk, dekatkanlah diri Anda. Bila dilakukan dengan berjalan, peluklah bahunya. Dan sering-seringlah melakukan kontak mata.
3. Menanggapi.
a. “ Saya sangat tertarik dengan ……” atau “ Saya mengerti bahwa hal itu memang sangat sulit ….. “ adalah ungkapan yang lebih baik dibandingkan “Seharusnya kamu ….. “ atau “Kalau saya seperti kamu …” atau “Waktu saya seumur kamu, saya ….. “.
b. Jika anak Anda menyampaikan hal-hal yang sesungguhnya tidak ingin Anda dengar,jangan diabaikan.
c. Janganlah memberikan nasihat setelah setiap kalimat yang anak Anda nyatakan.
d. Lebih baik, dengarkanlah dengan hati-hati dan penuh perhatian pada hal-hal yang dikatakan dan cobalah untuk mengerti perasaan yang sebenarnya di balik kata-kata yang diucapkannya.
e. Yakinkan bila Anda mengerti apa yang dimaksud oleh anak Anda. Bila perlu, tanyalah untuk konfirmasi.
(Sumber : A Parent’s Guide To Prevention, US Dept, of Education)


