Latihan Pemadaman Kebakaran
Submitted by yudhi on Wed, 08/05/2009 - 03:14
Oleh :
Mayor Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B
WAKIL KOMANDAN DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
LATIHAN PEMADAMAN KEBAKARAN
DI RUMAH SAKIT Tk. III CIREMAI & DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
DI RUMAH SAKIT Tk. III CIREMAI & DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
Oleh :
Mayor Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B
WAKIL KOMANDAN DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
Kebakaran dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, yang datangnya tiba – tiba serta berdampak merugikan masyarakat. Kebakaran di perkotaan merupakan kejadian yang paling sering terjadi, terutama pada musim kemarau. Kebakaran dapat berubah menjadi bencana apabila tidak dilakukan penanganan secara cepat dan tepat. Saat ini cuaca kota Cirebon dan sekitarnya sudah masuk musim kemarau yang terasa sangat panas udaranya serta sering disertai hembusan angin kencang sehingga memperbesar ancaman bahaya kebakaran. Guna mencegah dampak buruk akibat kebakaran maka diadakan Pelatihan Pemadaman Kebakaran bagi seluruh personel Rumah Sakit Tk. III Ciremai dan Denkesyah 03.04.03 Cirebon Kesdam III / Siliwangi pada Rabu tanggal 29 Juli 2009 bertempat di Markas Denkesyah 03.04.03 Cirebon.
Tim Kesehatan Lapangan Denkesyah Cirebon berhasil memadamkan api
Dalam pelatihan ini Tim Pelatih / Instruktur berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon yang langsung dipimpin oleh Kadin Damkar Bpk. H. Nursalim dibantu oleh 3 (tiga) anggota Pemadam Kebakaran (Damkar). Adapun metode pelatihan adalah teori sebagai pengantar dan dilanjutkan dengan praktek langsung pemedaman api dengan menggunakan cara – cara tradisional dengan menggunakan karung basah serta pemadaman api dengan alat modern berupa Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR).
Karyawan dapur RS Ciremai sedang berjuang melawan api Kepala Ruang ICU beraksi dalam memadamkan api menggunakan APAR
Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah 03.04.03 Cirebon Letkol Ckm Dr. Gunawan Irianto, MARS dalam arahannya menekankan akan pentingnya seluruh personel baik yang ada di rumah sakit maupun di markas Denkesyah Cirebon agar benar – benar memperhatikan cara yang cepat dan tepat dalam memadamkan api. Setiap personel diharapkan mampu memadamkan api yang bisa kapan saja terjadi di lingkungan mereka bekerja. Dalam suasana sesungguhnya, tentu terjadi kepanikan yang luar biasa, untuk itulah sebagai personel yang paling dekat dengan sumber api diharapkan mampu mengendalikan diri dan melakukan tindakan pemadaman api dengan cepat dan tepat sehingga kita semua dapat terhindar dari bahaya kebakaran yang lebih besar.
Ada 3 (tiga) bahan dasar yang diperlukan agar terjadi kebakaran yaitu oksigen, panas serta bahan yang mudah terbakar. Dengan menghilangkan salah satu dari ketiga bahan dasar , kita dengan mudah menghindari bahaya kebakaran dan menanganinya bila terjadi. Penyebab paling sering di perkotaan adalah rokok, obat nyamuk bakar yang lupa dipadamkan atau dibuang sembarangan, kompor yang meledak, sambungan pendek listrik (korsleting) dan lain – lain dimana hal ini juga merupakan penyebab tersering di rumah sakit.
Para instruktur menyampaikan bahwa penting memperhatikan arah dan kecepatan angin dalam memadamkan api, jangan sampai kita berada di arah angin sesuai arah angin. Sebelum memadamkan api penting menyakinkan bahwa orang yang memadamkan api harus aman terlebih dahulu, juga harus tau dengan persis tehnik pemadaman yang benar. Dalam pelatihan ini juga diperagakan cara pemadaman api yang salah seperti dengan menyiramkan air langsung ke sumber api, memadamkan api dari arah sesuai dengan arah angin sehingga dapat membahayakan diri sendiri.
Demonstrasi penggunaan karung basah dalam memadamkan api oleh Instruktur
Dalam kesempatan praktek mandiri, peserta diberi kesempatan memadamkan api baik dengan cara tradisional maupun modern dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Perwakilan dari bagian – bagian yang berpotensi kebakan seperti personel dari dapur, kamar operasi, ICU, ruang perawatan, UGD serta Markas Denkesyah ternyata mampu memadamkan api denga tepat. Keberhasilan personel Rumah Sakit dan Denkesyah memadamkan api ini mendapat ajungan jempol dari Tim Instruktur, karena dalam pelatihan di instansi – instransi yang lain selalu ada saja korban dengan menderita luka bakar baik di wajah dan lengan.
Tindakan kesiapsiagaan yang dapat dilakukan sebelum terjadi kebakaran antara lain dengan memeriksa sambungan – sambungan listrik terutama di bangunan – bangunan lama, menyediakan karung pasir, tonggak pengait, karung serta alat pemadam kebakaran, mengenal cara kerja dan melatih diri menggunakan alat pemadam kebakaran, mengingatkan agar tidak membakar sampah atau membungan putung rokok sembarangan, menyiapkan rencana siaga bila terjadi kebakaran, menempatkan nomor telpon dinas kebakaran kota di tempat yang mudah terjangkau dan terlihat jika terjadi kebakaran.
Letkol Ckm Dr. Gunawan Irianto, MARS didampingi Kepala Dinas Kebakaran Cirebon dan Tim Instruktur
Berbagai upaya perlu diambil untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan rumah sakit yaitu adanya kebijakan mengenai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, prosedur tetap tanggap darurat kebakaran, pembentukan tim tanggap darurat, selalu menyegarkan kembali pengetahuan dan ketrampilan tim tanggap darurat mengenai prosedur tanggap darurat kebakaran serta kelengkapan fasilitas tanggap darurat kebakaran seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hidran, jalur masuk mobil Pemadam Kebakaran (PMK), pintu darurat, penentuan jalur evakuasi pasien dan titik kumpul pasien di daerah aman. A


