Latihan Menjahit Luka

PELATIHAN KETRAMPILAN DASAR MENJAHIT LUKA
DI RS Tk. III CIREMAI DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI

 
Oleh :
Mayor Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B RS.
Tk. III CIREMAI – DENKESYAH 03.04.03
CIREBON KESDAM III / SILIWANGI
 
 
           Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik atau gigitan hewan. Dengan demikian dapat terjadi dimana saja, kapan saja serta pada siapa saja. Untuk itulah diharapkan setiap personel kesehatan mampu memberikan pertolongan kepada korban luka dimanapun dia berada atau bekerja.
 

Pemakaian baju praktek peserta pelatihan oleh Dandenkesyah Cirebon Letkol CKM Dr. Gunawan Irianto, MARS

          Tentunya, sangatlah diharapkan penanganan luka dengan hasil yang baik, dimana diharapkan parut yang terjadi adalah parut yang halus dan kecil. Jenis penyembuhan ini disebut penyembuhan primer atau sanatio per primam intentionem, yang terjadi bila luka segera diusahakan bertaut, biasanya dengan bantuan jahitan. Penjahitan luka membutuhkan pengetahuan tentang penyembuhan luka, alat dan bahan untuk menjahit serta yang terpenting sekali menguasai teknik jahitan (suture techniques).
 

Dandenkesyah Cirebon mengamati langsung praktek menjahit

          Pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki seseorang dapat menurun jika tidak dipergunakan atau dipraktekkan secara rutin, dan tidak jarang personel kesehatan yang tidak bertugas dalam bidangnya dalam jangka waktu panjang akan kehilangan pengetahuan dan ketrampilan akibat tidak dipergunakan. Untuk itulah diperlukan upaya – upaya agar pengetahuan dan ketrampilan itu dapat tetap terpelihara sehingga akan dapat dipergunakan setiap waktu dalam menghadapi masalah kesehatan yang timbul.
          Untuk itulah maka Instalasi Pendidikan dan Latihan (Instaldik) RS Tk. III Ciremai Cirebon bersama Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) Denkesyah 03.04.03 Cirebon Kesdam III / Siliwangi mengadakan Pelatihan Ketrampilan Dasar Menjahit Luka bagi personel kesehatan baik personel kesehatan Militer yang berada di Batalyon, Pos Kesehatan, Personel kesehatan perusahaan yang memberikan pelayanan kesehatan di perusahaan – perusahaan milik negara maupun swasta serta tenaga kesehatan umum baik tenaga dokter maupun perawat umum maupun bidan, serta para mahasiswa akademi keperawatan di Wilayah III Cirebon.

Penyampaian materi teori oleh Mayor CKM Dr. Purwo Setyanto, Sp.B

          Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah 03.04.03 Cirebon Kesdam III / Siliwangi Letkol Ckm Dr. Gunawan Irianto, MARS dalam beberapa kata sambutan dalam upacara pembukaan latihan menyampaikan bahwa hendaknya manusia senantia teru belajar sejak mulai dari buaian ibu sampai ke liang lahat serta capailah ilmu meskipun sampai ke negri Cina seperti yang dikutip dari hadis Nabi Muhammad SAW. Lebih lanjut Dandenkesyah menyampaikan bahwa pengetahuan dan ketrampilan tidak hanya diperoleh di bangku kuliah atau pendidikan formal saja melainkan pula dapat diperoleh melaui pendidikan non formal serta melalui pelatiahan, seminar dan diskusi – diskusi di luar bangku kuliah. Beliau menekankan bahwa dengan makin banyaknya program pendidikan kesehatan seperti pendidikan akademi perawat, akademi kebidanan, pendidikan dokter serta pendidikan dokter spesialis serta makin banyaknya peserta didik maka dimungkinkan kesempatan untuk mempraktekkan ilmu – ilmu dan ketrampilan praktis seperti menjahit luka akan menjadi jarang, sehingga tidak sedikit para tenaga kesehatan ini jika sudah menyelesaikan pendidikannya menjadi kurang trampil dan tidak siap kerja. Untuk itulah maka tujuan pelatihan menjahit ini antara lain untuk menyegarkan kembali pengetahaun dan ketrampilan yang dahulu sudah pernah ada, mengikuti perkembangan terkini dalam teknik menjahit serta menjadi sarana yang tepat untuk berlatih segala sesuatunya tentang menjahit luka yang benar.
           Pelatihan ketrampilan dasar menjahit luka ini diselenggarakan oleh Tim Instruktur yang berasal dari Instalasi Pendidikan dan Latihan (Instaldik) RS Tk.III Ciremai dan Tim Keslap Denkesyah 03.04.03 Cirebon Kesdam III / Siliwangi yang dipimpin oleh Mayor Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B.
          Pelatihan bagi personel kesehatan Angkatan Darat dilaksanakan pada tanggal 28 April 2009 yang diikuti oleh 34 peserta berasal dari seluruh jajaran kesehatan yang berada di Pos Kesehatan wilayah Denkesyah Cirebon seperti Poskes Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka serta dari Rumkitban Gunung Putri Purwakarta. Juga terdapat perwakilan dari Batalyon – Batalyon seperti Batalyon Arhanudse – 14, Batalyon Infateri Lintas Udara 305 / Kostrad, Batalyon Infanteri 321 / Kostrad, Batalyon Infanteri 312 / Kala Hitam, Batalyon Armed – 9 serta peserta dari RS Tk. III Ciremai Cirebon.
 

Para peserta memperhatikan dengan serius arahan para instruktur

          Pelatihan Ketrampilan Dasar Menjahit Luka kedua kalinya dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2009 yang diikuti oleh 30 peserta dari personel kesehatan perusahaan baik negeri maupun swasta seperti PT Telkom, PT PLN, PT Indocement, Pabrik Gula Rajawali II yang ada di kantor pusat Cirebon, Jati Tujuh, Karang Suwung, Sindang Laut dan Tersana Baru serta dari PT Arida. Peserta juga berasal dari tenaga kesehatan dari perusahaan asuransi kesehatan seperti Jamsostek dan Nayaka serta Puskesmas yang merupakan jaringan perusahaan asuransi tersebut seperti Puskesmas Plumbon, Larangan, Cilimus Kuningan, Kapetakan dan Losari. Pelibatan peserta dari perusahaan serta asuransi kesehatan ini merupakan wujud kepedulian dan rasa terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini antara perusahaan – perusahaan tersebut dengan RS Tk. III Ciremai, serta diharapka dapat terjalin hubungan yang lebih erat dimasa yang akan datang.
          Pelatihan ketiga dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2009 yang diikuti oleh 28 perserta yang merupakan peserta umum yang terdiri dari pribadi – pribadi yang merasa perlu untuk memperdalam dan menyegarkan kembali pengetahuan dan ketrampilan menjahit luka. Peserta ini mendaftarkan secara perorangan ke Instaldik RS Ciremai. Adapun pesertanya cukup beragam mulai dari mahasiswa Akademi Keperawatan, Akademi Kebidanan, serta staf pengajar di Akper / Akbid seperti Akademi Darma Husada Cirebon, Akademi Muhammadiyah Cirebon, Poltekkes Bakti Pertiwi Husada serta Akper Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Majalengka, perawat – perawat yang bertugas di Puskesmas seperti Puskesmas Lebak Serang Banten juga dari PT Jasa Marga Cabang Palikanci serta peserta perawat yang baru lulus pendidikan sampai mereka yang sudah bertugas di beberapa rumah sakit seperti RS Pertamina Cirebon, RS Sumber Kasih Cirebon, bahkan ada juga sejawat dokter dari RSUD Gunung Jati Kota Cirebon dan RS Pertamina Cirebon.
          Materi pelatihan berupa teori dan praktek. Dalam materi teori disampaikan tentang pengetahuan tentang luka seperti definisi, jenis luka, macam – macam penyembuhan luka, fase – fase penyembuhan luka, prinsip – prinsip menjahit luka, sepsis dan asepsis, serta pemilihan jenis benang dan jarum yang tepat. Pelajaran praktek meliputi praktek kering dan praktek basah yang menggunakan kulit sapi. Dalam praktek kering setiap peserta harus mampu menguasai cara memegang alat yang benar, membuat simpul dengan menggunakan dua tangan maupun alat menjahit, jenis – jenis jahitan serta cara menjahit luka pada luka linier dan oval. Setelah mahir materi praktek kering, peserta masuk ke dalam praktek basah dengan menggunakan media kulit sapi. Dengan media kulit sapi ini setiap peserta dapat langsung menerapkan semua pelajaran yang telah diterima. Namun sayang, media kulit sapi ini ternyata cukup keras sehingga banyak peserta yang merasa kesulitan dalam membuat jahitan.
 

Foto para peserta pelatihan, panitia penyelenggara bersama Dandenkesyah dan Karumkit Tk. III Ciremai Cirebon

          Meskipun demikian, semua peserta tampak antusias mengikuti tahapan – tahapan pelatihan ini serta sangat berharap dapat dilanjutkan dan dikembangkan di masa yang akan datang. Dari hasil kuisioner yang kami bagikan setiap pelaksanaan pelatihan, semua peserta merasa puas dengan pelatihan, dengan harapan agar media yang digunakan agar lebih lunak tidak seperti kulit sapi yang digunakan sekarang ini, juga mengeluhkan akan kurangnya waktu pelatihan yang dirasakan sangat singkat, juga disarankan untuk bisa praktek langsung pada pasien dengan cara program magang di Unit Gawat Darurat dan Kamar Operasi.  

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG SALAM UNTUK KELUARGA