User login

Counter

  • Site Counter: 133,430
  • Unique Visitor: 5,575
  • Registered Users: 85
  • Unregistered Users: 2
  • Server IP: 192.168.1.3
  • Your IP: 38.107.191.99
  • Since: 2010-06-27 07:44:15
  • Visitors:
  • Today: 182
    This week: 3367
    This month: 2632
    This year: 128522

Dukkes Di Kongo

DUKUNGAN KESEHATAN

BAGI PASUKAN PEMELIHARA PERDAMAIAN DI KONGO

Oleh: Mayor CKM Dr. Purwo Setyanto, Sp. B

Komandan Tim Kesehatan Satgas Garuda XX-E Kongo 2007

SEJARAH SINGKAT REPUBLIK DEMOKRATIK KONGO

SERTA PERAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (PBB)

(BAGIAN PERTAMA)

Republik Demokratik Kongo ( Democratic Republic of the Congo / DRC ) yang sebelumnya dikenal dengan nama “Zaire” adalah negara di Afrika Tengah yang merdeka dari penjajahan Belgia pada tanggal 30 Juni 1960. DRC merupakan negara terbesar di benua Afrika setelah Sudan dan Algeria.

Negara ini dilalui oleh garis Katulistiwa yang menjadikan Kongo sebagai negara yang beriklim tropis dengan dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Sebagian besar wilayah Kongo terdiri dari hutan tropis dengan sungai besar (Congo River) membentang dari barat sampai ke timur. Selain sebagai negara agraris, Kongo memiliki kekayaan alam yang meliputi : berlian, emas, perak, kobalt, tembaga, kadmium, minyak, seng, timah, mangan, germanium, uranium, radium, bouksit, bijih besi, batubara dan hutan kayu.

 

 

Sejak merdeka dari Belgia pada tahun 1960 sampai dengan tahun 1965, DRC selalu berada dalam keadaan kacau dan perang saudara yang juga melibatkan beberapa negara tetangga, sehingga pada bulan Februari 1961 didatangkan untuk pertamakalinya pasukan perdamaian PBB di negara ini. Indonesia juga mengirim pasukan PBB dibawah bendera Garuda I yang dipimpin oleh Letkol Inf. Solichin GP. Walaupun demikian konflik terus berkecamuk sampai tahun 1990-an di negara yang sebagian besar penduduknya hidup dalam kemiskinan ini. Beberapa presiden sempat berkuasa seperti Mobutu Sese Seko yang kemudian dikudeta oleh Presiden Laurent Kabila. Laurent Kabila akhirnya dibunuh oleh pengawal pribadinya, kemudian anaknya, Joseph Kabila Yunior, menjadi presiden sampai sekarang menggantikan ayahnya setelah menang dalam Pemilu tahun 2005.

LATAR BELAKANG MISI PBB DI KONGO (MONUC)

Pada bulan Agustus 1998, Dewan Keamanan ( DK ) PBB memberikan perhatian khusus atas konflik yang terjadi di wilayah negara DRC, sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan wilayah sekitar. Pada tanggal 10 Juli 1999 telah ditandatangani Perjanjian Perdamaian Lusaka yang dikenal dengan nama Lusaka Ceasefire Agreement yang ditandatangani negara-negara DRC, Angola, Namibia, Rwanda, Uganda dan Zimbabwe. Perjanjian ini dilaksanakan di Lusaka, Zambia. Pada intinya perjanjian adalah tentang penghentian permusuhan antara kelompok yang bertikai di DRC.

Berdasarkan Penjanjian Lusaka ini dibentuklah suatu organisasi perdamaian PBB untuk memonitor implementasi atau pelaksanaan dari isi perjanjian tersebut yang pada intinya adalah upaya penghentian konflik dan menciptakan perdamaian di wilayah DRC. Organisasi itu dinamakan MONUC (Mission de l’Organisation des Nations Unies en Republique Democratic du Congo / United Nations Organization Mission in the Democratic Republic of the Congo / Misi PBB di negara Republik Demokratik Kongo).

 

Misi MONUC dibagi menjadi dua bidang yaitu bidang milter dan bidang sipil. Bidang militer mempunyai tugas untuk melaksanakan pelucutan senjata terhadap kelompok-kelompok milisi yang bertikai serta mengupayakan penarikan pasukan-pasukan asing dari wilayah DRC. Sedangkan bidang sipil mempunyai tugas memfasilitasi pelaksanaan dialog-dialog politik antara faksi-faksi Kongo yang bertikai seperti membantu pembentukan Institusi Pemerintahan yang demokratik, membantu penyiapan terselenggaranya Pemilihan Umum yang bebas dan adil, serta memfasilitasi pelaksanaan rekonsiliasi nasional.

Ads here...