Basic Life Support
Submitted by yudhi on Wed, 11/25/2009 - 01:14
Letkol Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B
WAKIL KOMANDAN DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
PELATIHAN TEKNIS PENANGANAN AWAL KASUS KEGAWATDARURATAN
DI TEMPAT KERJA DAN KONSULTASI TEKNIS PENYELENGGARAAN
PROGRAM JAMSOSTEK
BAGI MANAJEMEN PERUSAHAAN PESERTA PROGRAM JAMSOSTEK
DI TEMPAT KERJA DAN KONSULTASI TEKNIS PENYELENGGARAAN
PROGRAM JAMSOSTEK
BAGI MANAJEMEN PERUSAHAAN PESERTA PROGRAM JAMSOSTEK
Oleh :
Letkol Ckm Dr. Purwo Setyanto, Sp.B
WAKIL KOMANDAN DENKESYAH 03.04.03 CIREBON
KESDAM III / SILIWANGI
Setiap orang selalu mengharapkan hal yang terbaik dalam hidupnya, namun mereka juga harus siap jika sewaktu – waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Demikian juga pada para pekerja di perusahaan, meskipun sudah diterapkan berbagai langkah antisipatis guna menekan sekecil mungkin angka kecelakaan melalui program Zero Accident misalnya, namun tetap diperlukan kesiapsiagaan seluruh karyawan guna menghadapi kemungkinan ancaman kecelakaan yang mungkin terjadi di lingkungan tempat kerjanya. Untuk itulah PT Jamsostek (Persero) Cabang Cirebon bekerja sama dengan Rumah Sakit Ciremai Cirebon mengadakan pelatihan teknis penanganan awal kasus kegawatdaruratan di tempat kerja yang diikuti tidak kurang 200 manejer perusahaan atau yang mewakilinya dari seluruh perusahaan yang tergabung dalam Jamsostek bertempat di Hotel Zamrud Cirebon tanggal 17 – 19 November 2009.
Pengarahan Kepada Disnakertrans pada pembukaan pelatihan didampingi Kepala Cabang PT. JAMSOSTEK dan Letkol dr. Purwo Setyanto,Sp.B
Pelatihan teknis penanganan awal kasus kegawatdaruratan di tempat kerja dan konsultasi teknis penyelenggaraan program Jamsostek ini merupakan program tahunan PT. JAMSOSTEK (PERSERO) guna lebih meningkatkan pelayanan bagi perusahaan peserta program JAMSOSTEK di bawah koordinasi PT. JAMSOSTEK (PERSERO) cabang Cirebon. Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Kantor PT. JAMSOSTEK (PERSERO) cabang Cirebon Bpk. Djonaedi Basir, SE, MM didampingi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon serta Wadan Denkesyah 03.04.03 Cirebon Letkol Ckm dr. Purwo Setyanto, Sp.B sebagai nara sumber.
Pemaparan materi oleh Letkol Ckm dr. Purwo Setyanto, Sp.B
Kecelakaan dapat terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Pada keadaan yang mengancam nyawa akibat kecelakaan itu diperlukan upaya - upaya untuk mempertahankan kehidupan korban. Dalam keadaan ini diperlukan tindakan yang cepat dan tepat, hal ini terjadi karena waktu yang tersedia guna melakukan pertolongan tidaklah lama. Dalam kondisi mengancam nyawa jika jantung dan otak tidak mendapatkan suplai oksigen yang memadai akan mengakibatkan kematian dalam 6 – 8 menit.
Mengingat terbatasnya waktu untuk pemberian pertolongan ini maka sangat diharapkan datangnya bantuan. Namun sayang, tidak semua perusahaan memiliki perawat apalagi dokter yang siap 24 jam di perusahaan. Maka orang yang terdekat dengan korban kecelakaan sangat diharapkan mampu dan mampu memberikan pertolongan yang cepat dan tepat. Untuk itulah diperlukan pelatihan kesehatan bagi seluruh karyawan supaya masing – masing karyawan mampu memberikan pertolongan pertama di lapangan saat terjadinya kecelakaan kerja di perusahaaan.
Saat ini sistem pelatihan penanganan trauma bagi para dokter berupa Advance Trauma Life Support (ATLS), sedangkan bagi para perawat ada Basic Trauma and Cardiac Life Support (BT-CLS). Namun sayang karena keterbatasan waktu, tenaga pelatih dan relatif mahalnya pelatihan – pelatihan ini maka belum semua dokter dan perawat memperoleh sertifikat pelatihan ini. Kalaupun dokter dan perawat yang bertugas di perusahaan sempat mendapat pelatihan penanganan trauma, belum tentu mereka dapat memberikan pelatihan yang lebih sederhara kepada para pekerja tentang penanganan awal kasus gawat darurat di tempat mereka bekerja.
Untuk itulah, Rumah Sakit Ciremai mengambil inisiatif untuk berbagi ilmu dengan memberikan materi – materi pelatihan pertolongan pertama di lapangan pada forum Jamsostek yang rutin diselenggarakan tiap tahunnya. Pelatiahn ini dirasa perlu diberikan karena justru para pekerja atau rekan kerja inilah sebagai orang yang terdekat dengan korban dan diharapkan mereka mampu memberikan pertolongan pada saat gawat darurat secara cepat dan tepat. Peserta terdiri dari para menejer atau yang mewakilinya. Selanjutnya, diharapkan peserta yang saat ini mendapat kesempatan mendapat pelatihan agar mampu menyebar luaskan pentingnya pertolongan pertama di lapangan kepada karyawan lain di perusahaanya.
Dalam pemaparannya, Letkol Ckm dr. Purwo Setyanto, Sp. B menyampaikan materi tentang Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar), Stop Perdarahan, Trauma Muskulo Skeletal, Cara mengangkat dan pertolongan korban dengan luka tertancap di tubuh. Penekanan dalam pelatihan ini adalah upaya untuk mempertahankan kehidupan pada saat penderita mengalami keadaan yang mengancam nyawa. Pertolongan dalam bantuan hidup dasar tanpa mempergunakan cairan intra vena, obat – obatan ataupun alat kejut listrik. Dimana para peserta diperkenalkan cara – cara mengenali ancaman nyawa yang bisa saja terjadi pada korban kecelakaan di tempat mereka bekerja.
Demonstrasi Heinlich manouver untuk membebaskan Airway
Apapun keadaan penderita, peserta diharapkan mampu memberikan pertolongan dengan memperhatikan Airway (Jalan nafas), Breathing (Pernafasan) dan Circulation (Jantung dan Pembuluh darah). Dengan sistematika penanganan yang sederhana ini yaitu dengan mengahafal ABC, diharapkan peserta dapat dengan mudah untuk mengingat, menerapkan serta mampu menyebar luaskan pengetahuan kepada karyawan lainnya.


